Penyuluh KUA Rakit Menjadi Jembatan Ilmu dan Keteladanan Umat di Pengajian Jelang Ramadan

Banjarnegara (Humas) – Pengajian terakhir jelang datangnya bulan suci Ramadan di Majelis Taklim Mambaul Ulum Desa Tanjunganom berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (10/2/2026) tersebut dihadiri jamaah dengan antusias tinggi. Pengajian ini diisi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Rakit, Fu’ad Latif, yang dikenal dengan gaya penyampaian sederhana, komunikatif, dan membumi.

Kegiatan diawali dengan mujahadah bersama yang dipimpin secara khusyuk. Lantunan doa dan dzikir menggema, menciptakan suasana tenang sekaligus menjadi pengantar spiritual bagi jamaah dalam mempersiapkan diri menyongsong bulan Ramadan. Momen mujahadah ini dimanfaatkan sebagai sarana membersihkan hati dan menata niat agar ibadah Ramadan nantinya dapat dijalani dengan lebih ikhlas dan bermakna.

Dalam penyampaiannya, Fu’ad Latif menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan diri. Ia menyampaikan materi dengan bahasa yang akrab dan mudah dipahami, diselingi contoh-contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat jamaah merasa dekat dan terlibat langsung dalam setiap pesan yang disampaikan.

“Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi latihan kesabaran, kejujuran, dan kepedulian sosial. Kalau tidak ada perubahan sikap setelah Ramadan, berarti ada yang perlu kita evaluasi,” ungkap Fu’ad Latif di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, ia mengajak jamaah untuk memperkuat ibadah dasar seperti shalat, membaca Al-Qur’an, serta menjaga lisan dan perilaku. Menurutnya, keteladanan dalam keluarga dan lingkungan sekitar menjadi kunci utama keberhasilan ibadah Ramadan. Penyuluh KUA, kata dia, hadir bukan hanya sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai jembatan keteladanan yang menghubungkan nilai-nilai agama dengan praktik kehidupan nyata.

Jamaah terlihat menyimak dengan penuh perhatian. Suasana pengajian berlangsung hangat dan cair, bahkan beberapa jamaah tampak tersenyum dan mengangguk setuju saat materi disampaikan. Interaksi yang terbangun menunjukkan kedekatan emosional antara penyuluh dan jamaah, sehingga pesan keagamaan dapat diterima dengan baik.

Pengajian terakhir jelang Ramadan ini menjadi penutup rangkaian kajian rutin di MT Mambaul Ulum sebelum memasuki bulan puasa. Jamaah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, karena dirasakan mampu memberikan pencerahan sekaligus motivasi spiritual.

Melalui kegiatan ini, Penyuluh KUA Kecamatan Rakit kembali menegaskan perannya sebagai jembatan ilmu dan keteladanan umat, hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan yang menyejukkan dan membangun kesiapan ruhani menjelang Ramadan. 

(FLF/azd)