Banjarnegara (Humas) – Menjelang peringatan hari besar keagamaan, suasana salah satu wihara di wilayah Kabupaten Banjarnegara tampak berbeda dari biasanya. Puluhan penyuluh agama bersama perwakilan umat Buddha dan masyarakat sekitar melaksanakan aksi reresik atau bersih-bersih rumah ibadah, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan ini diikuti perwakilan penyuluh dari sejumlah kecamatan, yakni Banjarnegara, Bawang, Mandiraja, Banjarmangu, dan Sigaluh. Masing-masing kecamatan mengirimkan tiga penyuluh untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Aksi ini diinisiasi oleh Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Banjarnegara bersama Penyuluh Agama Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara. Selain menjaga kebersihan fisik tempat ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana penyuluhan lapangan tentang pentingnya moderasi beragama, semangat gotong royong, dan kepedulian sosial.
Para penyuluh tidak hanya memberikan materi secara teori, tetapi terjun langsung membersihkan area altar, halaman, hingga melakukan pengecatan ulang fasilitas wihara. Kegiatan ini menegaskan bahwa kebersihan merupakan bagian dari praktik nilai-nilai keagamaan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Partisipasi warga lintas iman turut memperlihatkan harmoni dan toleransi yang terjalin baik di tengah masyarakat Banjarnegara.
Ketua Pokjaluh Banjarnegara, Nasirin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kehadiran penyuluh di tengah umat.
“Kebersihan wihara mencerminkan kebersihan hati. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa peran penyuluh bukan hanya di mimbar, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat untuk merawat kerukunan dan lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan diskusi ringan antara penyuluh dan umat mengenai kebutuhan sarana prasarana ibadah di lapangan. Aksi reresik ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, nyaman, dan inklusif bagi seluruh umat.
