Peringati Isra Mikraj , KUA Karangkobar Hadir di SMA N 1 Karangkobar, Tanamkan Nilai Shalat dan Keimanan pada 1065 siswa

Banjarnegara (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karangkobar menghadiri kegiatan Peringatan Isra Mikraj  Nabi Muhammad ﷺ yang diselenggarakan di SMA Negeri 1 Karangkobar. Kegiatan ini diikuti oleh 1.065 siswa kelas X, XI, dan XII, serta guru dan karyawan SMA Negeri 1 Karangkobar.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMA Negeri 1 Karangkobar, Ilham Budi Santoso, yang menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj  merupakan bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus membentuk siswa-siswi agar tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berakhlak mulia, dan berkarakter kuat.

“Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kami berharap nilai-nilai spiritual dapat tertanam kuat dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari oleh para siswa,” ujarnya.

Tausiyah Isra Mikraj  disampaikan oleh Kyai Saiful Muttaqin, pegawai KUA Karangkobar, dengan gaya khas beliau yang komunikatif dan mudah dipahami oleh kalangan pelajar. Dalam ceramahnya, Kyai Saiful menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mikraj  terjadi pada tahun kesedihan (ʿĀmul Ḥuzn), setelah Rasulullah ﷺ kehilangan dua sosok yang sangat beliau cintai dan menjadi pelindung dakwah, yaitu istri tercinta Sayyidah Khadijah r.a. dan paman beliau Abu Thalib.

Di tengah kesedihan tersebut, Allah SWT justru menghadiahkan perjalanan yang luar biasa. Rasulullah ﷺ diperjalankan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, lalu dilanjutkan naik ke langit hingga Sidratul Muntaha. Dari peristiwa agung inilah Allah Swt menghadiahkan shalat sebagai kewajiban utama umat Islam, sekaligus sebagai sarana penguat jiwa dan penenang hati.

Dengan bahasa yang dekat dengan dunia remaja, Kyai Saiful juga mengajak para siswa untuk merenungi makna angka 17 dalam kehidupan.

“Shalat wajib kita tunaikan 17 rakaat setiap hari, 17 Ramadhan kita peringati sebagai Nuzulul Qur’an, dan 17 Agustus kita rayakan sebagai hari kemerdekaan Indonesia. Maka usia 17 tahun adalah fase penting yang harus dijalani dengan penuh kehati-hatian,” pesannya, mengingatkan para siswa agar menjaga iman, pergaulan, dan akhlak.

Melalui peringatan Isra Mikraj  ini, diharapkan para siswa semakin memahami bahwa shalat bukan sekadar kewajiban, melainkan tempat mengadu, sumber ketenangan, dan sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt, terutama ketika menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme, sebagai wujud sinergi antara KUA Karangkobar dan dunia pendidikan dalam membina generasi muda yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.