Perkuat Akhlak Penerima Manfaat, KUA dan PKH Pagentan Gelar Penyuluhan “Hati-Hati Jika Berbasa-Basi”

Banjarnegara (Humas) – Sinergi lintas sektoral kembali ditunjukkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Pagentan. Pada Selasa (6/1/2026), kedua instansi ini menggelar agenda bimbingan penyuluhan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang bertempat di Balai Desa Larangan.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 80 orang peserta ini menghadirkan Narasumber utama, M. Syaiful Abidin, yang merupakan Penyuluh Agama Islam fungsional KUA Pagentan. Dalam kesempatan tersebut, Syaiful mengusung tema yang cukup unik namun sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu “Hati-Hati Jika Berbasa-Basi”.

Dalam paparannya, Syaiful Abidin membedah secara lugas perbedaan fundamental antara interaksi yang dilandasi niat tulus dengan interaksi yang hanya berupa “basa-basi kosong”. Ia menekankan bahwa dalam ajaran Islam, setiap ucapan dan tawaran sekecil apa pun itu, seperti menawarkan makanan atau bantuan harus menjadi cerminan dari kejujuran hati.

“Bukan sekedar basa-basi, tetapi karena memang ingin berbagi,” tegas Syaiful di hadapan puluhan bapak-bapak dan ibu-ibu penerima manfaat.

Menurut Syaiful, dampak paling merusak dari basa-basi yang tidak tulus adalah munculnya perasaan kecewa di pihak pemberi saat tawaran tersebut benar-benar diterima. Jika seseorang menawarkan sesuatu, namun hatinya merasa berat atau kecewa ketika tawarannya disambut, maka itu adalah sinyal jelas bahwa tawaran tersebut hanyalah formalitas belaka.

“Indikator paling sederhana dari ketulusan niat adalah respons hati kita saat tawaran tersebut diterima. Jika kita senang dan bahagia saat orang menerima bantuan kita, itu tulus. Jika kita malah kecewa, hati-hati, itu basa-basi kosong,” jelasnya. Ia mengingatkan bahwa menjaga perkataan dan menepati janji adalah prinsip utama seorang Muslim, karena basa-basi kosong berpotensi merusak jalinan silaturahmi.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Desa Larangan. Bogi Ayu Brilianti, selaku Kepala Desa Larangan yang turut hadir memantau jalannya acara, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan pembinaan mental seperti ini.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran KUA dan tim PKH di Balai Desa kami. Materi yang disampaikan Pak Syaiful sangat menyentuh sisi kemanusiaan kita. Kami berharap warga Desa Larangan tidak hanya terbantu secara ekonomi melalui PKH, tapi juga memiliki karakter dan akhlak yang jujur serta tulus dalam bertetangga,” ujar Bogi Ayu Brilianti.

Senada dengan hal tersebut, Noviatun Salamah, Pendamping PKH Desa Larangan, menjelaskan bahwa bimbingan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas anggota (P2K2) agar para KPM memiliki kemandirian mental.

“Sinergi dengan KUA Pagentan ini sangat penting. Tugas kami bukan hanya memastikan bantuan sosial sampai, tapi juga memastikan adanya perubahan perilaku (behavior change). Kutipan Pak Syaiful tadi menjadi pengingat bagi kami semua, baik pendamping maupun peserta, untuk selalu mengutamakan kejujuran dalam berinteraksi di lingkungan sosial,” kata Noviatun Salamah.

Acara ditutup dengan diskusi interaktif dan doa bersama, dengan harapan silaturahmi yang dibangun antarwarga tetap berlandaskan ketulusan, alih-alih sekedar formalitas sosial yang semu. 

(msa/ azd)

Skip to content