Perkuat Spiritual Pasien, Penyuluh Agama KUA Karangkobar Laksanakan Bimrohis di Puskesmas

Banjarnegara (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karangkobar kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Rohani Islam (Bimrohis) di Puskesmas Karangkobar pada Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, khususnya bagi pasien yang sedang menjalani perawatan kesehatan.

Pelaksanaan Bimrohis ini bertujuan untuk memberikan penguatan spiritual serta motivasi kepada para pasien agar tetap memiliki keteguhan iman, kesabaran, dan semangat untuk sembuh. Melalui pendekatan keagamaan, diharapkan para pasien mampu menghadapi ujian sakit dengan hati yang lapang dan pikiran yang tenang, sehingga dapat mendukung proses penyembuhan secara optimal.

Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh agama menyampaikan tausiyah singkat, motivasi, serta nasihat keagamaan kepada pasien dan keluarga pasien. Salah satu penyuluh agama, Adib, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya keseimbangan antara ikhtiar lahir dan ikhtiar batin dalam menghadapi penyakit. Menurutnya, pengobatan medis merupakan ikhtiar lahiriah yang wajib ditempuh, sementara doa, zikir, serta tawakal kepada Allah Swt merupakan ikhtiar batiniah yang tidak boleh ditinggalkan.

“Ketika kita sedang diuji oleh Allah Swt dengan sakit, ikhtiar kita bukan sekadar ikhtiar lahir berupa pengobatan secara medis, tetapi juga ikhtiar batin melalui doa, zikir, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan demikian, hati menjadi lebih tenang dan keyakinan kepada pertolongan Allah semakin kuat,” tuturnya di hadapan para pasien.

Ia juga mengingatkan bahwa sakit merupakan bagian dari ujian kehidupan yang memiliki nilai ibadah apabila dijalani dengan kesabaran dan keikhlasan. Oleh karena itu, para pasien diajak untuk tetap menjaga optimisme, memperbanyak doa, serta memohon kesembuhan kepada Allah Swt dengan penuh keyakinan.

Pada kesempatan yang sama, penyuluh agama lainnya, Duwi Rohmah, turut memberikan nasihat kepada para pasien agar senantiasa bertawakal kepada Allah Swt dan tidak berputus asa dalam menghadapi cobaan. Ia mengajak para pasien untuk memaknai sakit sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT yang mengandung hikmah dan pelajaran berharga.

“Dengan sikap tawakal dan keikhlasan, insya Allah hati akan menjadi lebih tenang. Ketika hati tenang, semangat untuk sembuh akan tumbuh, sehingga proses penyembuhan dapat berjalan dengan lebih baik,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar para pasien yang sedang dirawat dapat segera diberikan kesembuhan, sehingga dapat kembali berkumpul bersama keluarga di rumah dan melanjutkan aktivitas sehari-hari seperti biasa. Selain itu, keluarga pasien juga diimbau untuk terus memberikan dukungan moral dan spiritual agar pasien tidak merasa sendiri dalam menghadapi sakit.

Kegiatan Bimrohis ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Amad Zuhri. Doa dipanjatkan agar seluruh pasien yang sedang dirawat diberikan kesembuhan, kekuatan lahir dan batin, serta kemudahan dalam menjalani proses pengobatan. Selain itu, doa juga dipanjatkan bagi tenaga kesehatan agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan Bimrohis ini, Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar berharap dapat terus hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan spiritual umat. Kehadiran penyuluh agama di lingkungan fasilitas kesehatan diharapkan mampu memberikan ketenangan batin bagi pasien serta menjadi pendamping spiritual yang melengkapi layanan medis yang diberikan oleh tenaga kesehatan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud sinergi antara Kementerian Agama dan instansi kesehatan dalam membangun masyarakat yang tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga kuat secara rohani. Dengan adanya pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, diharapkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.