Ramadan di Depan Mata, Majelis Taklim As-Sidiq Pagentan Gas Pol Persiapan Rohani!

Banjarnegara (Humas) – Suasana khusyuk sekaligus hangat menyelimuti Majelis Taklim As-Sidiq di Dusun Sawangan, Desa Pagentan, pada Jumat Siang. Puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam Majelis Taklim As-Sidiq berkumpul dengan antusias untuk mengikuti pengajian rutin yang kali ini mengusung tema khusus: “Menata Hati, Membekali Diri Menyambut Bulan Suci Ramadan.”

Hadir sebagai narasumber utama, Alfiana Nurhidayah, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan. Dalam paparannya, Alfiana menekankan bahwa persiapan menyambut Ramadan bukan sekadar tentang kesiapan fisik atau urusan dapur, melainkan kemantapan spiritual dan pemahaman ilmu fikih puasa yang mumpuni.

Alfiana menjelaskan bahwa bulan Ramadan adalah “madrasah” bagi umat Muslim untuk menempa diri. Ia mengajak para jamaah untuk mulai melakukan “pemanasan” ibadah sejak bulan Sya’ban agar saat memasuki Ramadan, tubuh dan jiwa tidak lagi kaget.

“Ramadan itu ibarat tamu agung yang membawa banyak hadiah. Sangat disayangkan jika tamu itu datang, sementara rumah kita yaitu hati kita masih kotor dan tidak siap menyambutnya. Mari kita bersihkan diri dari penyakit hati seperti iri, dengki, dan sombong agar keberkahan puasa bisa meresap sempurna,” ujar Alfiana Nurhidayah di hadapan para jamaah.

Selain aspek spiritual, Alfiana juga memberikan edukasi praktis mengenai hal-hal yang membatalkan puasa serta keutamaan memberikan santunan kepada kaum dhuafa di bulan suci nanti.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Salamah, yang menjabat sebagai Ketua Majelis Taklim As-Sidiq sekaligus perwakilan dari Pemerintah Desa Pagentan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak KUA Pagentan yang terus aktif melakukan pendampingan kepada masyarakat pelosok.

Menurut Salamah, kehadiran penyuluh agama sangat membantu warga dalam mendapatkan informasi keagamaan yang valid dan menyejukkan.

“Kami sangat bersyukur Ibu Alfiana berkenan hadir langsung ke Sawangan. Materi yang disampaikan sangat relevan karena seringkali kita merasa sudah tahu cara berpuasa, padahal banyak detail ibadah yang perlu diingatkan kembali. Semoga dengan bekal ilmu ini, ibu-ibu di Desa Pagentan bisa menjalankan Ramadan tahun ini dengan lebih berkualitas dan lebih semangat,” tutur Salamah.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Beberapa jamaah tampak aktif bertanya mengenai hukum-hukum praktis, seperti penggunaan obat saat berpuasa hingga tata cara membayar utang puasa (fidyah). Semangat literasi agama ini diharapkan menjadi pemantik bagi warga Desa Pagentan untuk menciptakan lingkungan yang religius dan harmonis selama bulan suci mendatang.

Dengan adanya kolaborasi antara penyuluh agama dan tokoh desa seperti ini, diharapkan syiar Islam di Kecamatan Pagentan semakin kuat dan mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat dusun.

(an/azd)