Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga dan menumbuhkan kesadaran ekonomi syariah di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Purwanegara, Retno Purnawati, melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam di Majlis Taklim Nasyiatul Aisyiyah Desa Gumiwang, pada Senin (13/10).
Kegiatan yang bertempat di Gedung Madrasah Diniyah (Madin) Muhammadiyah Gumiwang ini diikuti oleh 20 jamaah yang merupakan anggota aktif majlis taklim tersebut. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, di mana para peserta antusias mendengarkan materi yang disampaikan serta berdiskusi mengenai praktik ekonomi dalam rumah tangga sesuai dengan tuntunan Islam.
Dalam penyampaiannya, Retno Purnawati menegaskan bahwa ekonomi keluarga dalam perspektif Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Menurutnya, konsep ekonomi Islam tidak hanya berbicara tentang mencari rezeki, tetapi juga bagaimana mengelolanya dengan penuh keberkahan dan tanggung jawab.
“Ekonomi keluarga dalam perspektif Islam menekankan pada nilai kejujuran, keadilan, kerja keras, dan rasa qana’ah (merasa cukup). Semua itu menjadi dasar agar keluarga tidak hanya sejahtera secara materi, tetapi juga mendapatkan ketenangan dan keberkahan hidup,” jelas Retno.
Lebih lanjut, Retno mengajak jamaah untuk menerapkan prinsip hemat, menjauhi hutang yang membebani, serta membiasakan sedekah dan infaq sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekonomi keluarga. Ia juga menekankan pentingnya peran istri dalam mengelola keuangan rumah tangga dengan bijak dan transparan, sehingga tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.
Selain itu, Retno juga menyinggung tentang pentingnya menjauhkan diri dari praktik riba dan transaksi haram, serta mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lembaga keuangan syariah yang lebih sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Melalui kegiatan seperti ini, KUA Kecamatan Purwanegara terus berkomitmen untuk meningkatkan literasi keagamaan dan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan penyuluhan agama yang menyentuh aspek kehidupan nyata, termasuk bidang ekonomi, sosial, dan spiritual.
(rp/ azd)







