Rina Ajak Seluruh Siswa MIFABARA Belajar untuk Masa Depan Lewat Filosofi Payung

Banjarnegara – Suasana halaman MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) pada Senin pagi, 3/11, tampak penuh semangat dan khidmat. Seluruh siswa mengikuti upacara bendera rutin dengan tertib. Kali ini, petugas upacara berasal dari kelas 3A dan 3B yang tampil percaya diri dalam setiap peran, mulai dari pengibar bendera, pembaca teks Pancasila, hingga pembaca doa.

Sebagai pembina upacara, Rina menyampaikan amanat yang penuh makna dengan tema “Belajar untuk Masa Depan”. Dalam arahannya, beliau mengajak seluruh siswa untuk terus bersemangat menuntut ilmu dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan belajar. Menariknya, pesan itu dibingkai dengan filosofi payung yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Ketika kita membawa payung, bukan berarti kita tidak akan terkena hujan sama sekali. Kadang baju kita masih sedikit basah. Tapi setidaknya, kita sudah berusaha melindungi diri agar tidak kehujanan sepenuhnya,” tutur Rina dengan lembut. Ia kemudian mengaitkan makna tersebut dengan proses belajar. “Begitu pula dengan belajar. Walaupun hasil ujian kita belum sempurna, jangan menyerah. Teruslah belajar dan berdoa. Ilmu itu seperti payung yang akan melindungi kita di masa depan,” tambahnya disambut tepuk tangan para siswa.

Pesan sederhana namun mendalam itu membuat para siswa terdiam sejenak, merenungi maknanya. Beberapa guru pun tampak tersenyum kagum melihat cara Rina menyampaikan motivasi yang begitu menyentuh. “Anak-anak jadi lebih mudah memahami pentingnya belajar karena disampaikan dengan perumpamaan yang mereka alami sendiri,” ujar Suci, salah satu guru kelas atas.

Kepala Madrasah Durotun Nafisah turut memberikan apresiasi atas amanat yang inspiratif tersebut. “Filosofi payung itu sangat indah. Ia mengajarkan anak-anak bahwa usaha dan doa harus berjalan beriringan. Tidak ada hasil yang instan dalam belajar,” ungkapnya.

Selesai upacara, beberapa siswa tampak saling berbagi cerita tentang makna payung yang baru saja mereka dengar. “Kalau nilainya belum bagus, berarti aku harus tambah belajar lagi, kayak bawa payung biar nggak kehujanan,” kata Nafi’ah, siswa kelas 5D dengan polos.

Upacara hari Senin itu pun meninggalkan kesan mendalam. Melalui filosofi sederhana, siswa-siswi MIFABARA belajar bahwa menuntut ilmu bukan sekadar untuk hari ini, tetapi bekal berharga yang akan melindungi mereka di masa depan.(nas)

Skip to content