Banjarnegara (Humas) — Suasana hangat dan penuh kekhusyukan terasa di sebuah rumah sederhana yang menjadi tempat berkumpulnya jamaah Majelis Taklim Darul Furqon, Desa Gumiwang, pada Rabu (22/4/2026). Di tempat inilah, Anugrah Windu Setianingsih, Penyuluh Agama Islam Fungsional dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Purwanegara, melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama Islam yang sarat makna.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Tahsin dan Tadabur: Belajar Iman dari Surah Al-Qasas dan Al-Ankabut”, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an sekaligus memperdalam pemahaman kandungan ayat-ayat suci dalam kehidupan sehari-hari.
Bertempat di rumah Ketua Majelis Taklim Darul Furqon, kegiatan ini dihadiri oleh para ibu-ibu jamaah dengan antusiasme tinggi. Mereka tidak hanya belajar memperbaiki bacaan Al-Qur’an (tahsin), tetapi juga diajak merenungi kisah-kisah penuh hikmah dalam Al-Qur’an, khususnya dari Surah Al-Qasas dan Surah Al-Ankabut.
Dalam penyampaiannya, Anugrah Windu Setianingsih menekankan bahwa kisah dalam Surah Al-Qasas mengajarkan tentang keimanan, kesabaran, dan pertolongan Allah melalui perjalanan hidup Nabi Musa. “Dari kisah ini, kita belajar bahwa seberat apapun ujian hidup, jika kita bersandar kepada Allah, maka akan selalu ada jalan keluar,” ungkapnya dengan penuh penghayatan.
Sementara itu, Surah Al-Ankabut memberikan pelajaran tentang hakikat ujian dalam kehidupan. Ia menjelaskan bahwa keimanan seseorang tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa diuji. “Seperti sarang laba-laba yang tampak kuat namun rapuh, begitu pula keimanan tanpa ujian tidak akan terlihat kualitasnya. Maka ujian adalah cara Allah menguatkan iman kita,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif, di mana para jamaah tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak membaca ayat secara bergantian, memperbaiki makhraj dan tajwid, serta berdiskusi mengenai makna ayat yang dibaca. Suasana akrab dan kekeluargaan semakin terasa ketika sesekali diselingi dengan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para jamaah mampu meningkatkan kualitas ibadah, khususnya dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, serta mengamalkan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Peran penyuluh agama pun semakin dirasakan sebagai ujung tombak dalam membina umat, tidak hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga penguatan spiritual dan moral masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an, kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini menjadi bukti nyata bahwa majelis taklim tetap menjadi ruang penting dalam menumbuhkan keimanan dan ketakwaan di tengah masyarakat.
(rp/azd)







