Banjarnegara (Humas) — Suasana haru dan penuh perenungan menyelimuti kegiatan Majelis Taklim Darul Hikmah yang diselenggarakan di Dusun Slepa Kulon, Desa Karangkemiri, pada Senin (27/4/2026). Kegiatan yang dipandu oleh Penyuluh Agama Islam Kantor urusan Agama (KUA) Kecamatan Wanadadi, yakni Saudara Arif Kholdun, Khasan, dan Tugiran ini menghadirkan materi yang menggugah kesadaran tentang berbagai bentuk penyesalan manusia, bahkan hingga di akhirat kelak.
Materi yang disampaikan mengangkat tema mendalam tentang “penyesalan di surga”, sebuah pengingat bahwa tidak semua penyesalan berakhir di dunia, tetapi bisa terus dirasakan karena kurangnya amal dan kedekatan dengan Al-Qur’an serta dzikir kepada Allah Swt.
Dalam pemaparannya, Arif Kholdun menekankan pentingnya interaksi dengan Al-Qur’an sebagai bekal utama kehidupan.
“Jangan sampai kita termasuk orang yang menyesal karena sedikit hafalan Al-Qur’an. Setiap ayat yang kita baca dan hafalkan akan menjadi penentu derajat kita di akhirat,” ujarnya dengan penuh ketegasan.
Sementara itu, Khasan mengajak jamaah untuk tidak meremehkan amal kecil dalam kehidupan sehari-hari.
“Seringkali kita menganggap remeh kebaikan sederhana, padahal bisa jadi itulah yang menyelamatkan kita. Senyum, sedekah kecil, atau menyingkirkan duri di jalan, semuanya bernilai besar di sisi Allah,” tuturnya penuh kehangatan.
Melengkapi materi, Tugiran mengingatkan pentingnya mengisi waktu dengan dzikir agar tidak menjadi penyesalan di kemudian hari.
“Setiap waktu yang berlalu tanpa mengingat Allah akan menjadi penyesalan. Maka jangan biarkan hari-hari kita kosong dari dzikir, karena itulah bekal yang tak ternilai,” ungkapnya dengan nada penuh kepedulian.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan, diiringi antusiasme jamaah yang tampak larut dalam renungan mendalam atas materi yang disampaikan. Momen ini menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan, sementara akhirat adalah tujuan utama yang harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para jamaah semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak dzikir, serta lebih dekat dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Kementerian Agama melalui para penyuluhnya terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyentuh hati dan menguatkan spiritualitas umat, demi terwujudnya masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan berdaya dalam menghadapi tantangan zaman.
(NN/azd)







