Sakit Bukan Halangan untuk Beribadah: Pesan Penyuluh Agama Islam Purwanegara

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara kembali melaksanakan kegiatan rutin Bimbingan Rohani Islam (Bimrohis) di Puskesmas Purwanegara 1 pada Jumat (3/10). Kegiatan ini menyasar pasien rawat inap yang berjumlah tiga orang, dengan tujuan memberikan penguatan iman, motivasi, serta doa agar senantiasa tabah menghadapi ujian sakit.

Dalam bimbingannya, penyuluh mengingatkan pentingnya menjaga ibadah, khususnya salat lima waktu, meskipun dalam kondisi sakit. Penyuluh menegaskan bahwa sakit bukanlah alasan untuk meninggalkan kewajiban salat, karena Islam memberikan keringanan dan kemudahan dalam pelaksanaannya.

“Apabila tidak mampu berwudu, maka bisa bertayamum. Begitu pula jika tidak bisa melaksanakan salat dengan berdiri, dapat dilakukan sambil duduk atau berbaring. Yang terpenting adalah menjaga hati tetap khusyuk dan ikhlas dalam beribadah,” disampaikan penyuluh kepada para pasien.

Selain memberikan arahan kepada pasien, penyuluh juga menyampaikan motivasi kepada keluarga yang mendampingi agar senantiasa sabar, ikhlas, dan selalu berdoa untuk kesembuhan anggota keluarganya. Penyuluh menekankan bahwa dukungan keluarga sangat penting dalam proses penyembuhan, baik secara medis maupun spiritual.

Di akhir kegiatan, penyuluh memimpin doa bersama dengan penuh kekhusyukan, memohon kepada Allah Swt., agar para pasien diberikan kesembuhan, kesehatan, serta kekuatan dalam menghadapi cobaan sakit. Suasana haru dan penuh ketenangan terasa menyelimuti ruang perawatan ketika doa dipanjatkan bersama.

Kegiatan Bimrohis di Puskesmas Purwanegara 1 ini merupakan program rutin penyuluh agama Islam KUA Kecamatan Purwanegara yang bertujuan mendekatkan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, khususnya yang sedang sakit. Melalui kegiatan ini, diharapkan pasien dapat lebih kuat secara spiritual dan mampu meningkatkan ketabahan dalam menjalani perawatan medis.

Dengan adanya sinergi antara tenaga medis dan Penyuluh Agama Islam, masyarakat mendapatkan pelayanan yang tidak hanya menyentuh aspek kesehatan jasmani, tetapi juga kesehatan rohani, sehingga diharapkan dapat mempercepat proses penyembuhan serta menumbuhkan semangat hidup yang lebih baik. (rp, azd)

Skip to content