Sambut Iduladha 1447 H, Penyuluh Agama KUA Pagentan Ajak Jamaah Masjid Al Huda Plumbungan Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim

Banjarnegara (Humas) – Menjelang tibanya hari raya Iduladha 1447 Hijriah, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan terus aktif bergerak memberikan pencerahan kepada masyarakat. Pada Jumat (22/5/2026), Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, hadir di tengah-tengah masyarakat Dusun Midari, Desa Plumbungan, untuk bertindak sebagai khatib sekaligus imam dalam pelaksanaan salat Jumat di Masjid Al Huda.

Ibadah salat Jumat tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sekitar 40 orang jamaah yang terdiri dari tokoh masyarakat, sesepuh, serta warga setempat.

Dalam khotbahnya yang mengusung tema “Menyambut Idul Adha 1447 H”, M. Syaiful Abidin menekankan pentingnya memaknai ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian sosial. Ia mengajak jamaah untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan keteguhan hati Nabi Ismail AS.

“Iduladha dan ibadah kurban mengajarkan kita tentang esensi keikhlasan dan pengorbanan yang luar biasa. Di tengah dinamika kehidupan saat ini, mari kita jadikan momentum Iduladha 1447 H ini untuk memperkuat tali persaudaraan (ukhuwah) dan kepedulian terhadap sesama, khususnya dengan membantu warga yang membutuhkan di sekitar kita melalui berkurban,” ujar M. Syaiful Abidin saat ditemui usai pelaksanaan salat Jumat.

Kehadiran penyuluh agama dari KUA Pagentan ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari para pengurus takmir masjid serta warga Dusun Midari. Materi khotbah yang disampaikan dinilai sangat relevan dan menyentuh hati jamaah yang sedang bersiap menyambut hari raya kurban.

Ketua Takmir Masjid Al Huda, Wahid Saefudin, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesediaan penyuluh agama KUA Pagentan yang telah hadir dan memimpin ibadah Jumat di desa mereka.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Syaiful atas kehadiran dan bimbingannya hari ini. Penjelasan beliau mengenai makna Iduladha sangat mencerahkan warga kami di Dusun Midari. Kehadiran penyuluh agama seperti ini sangat kami harapkan untuk terus membimbing dan meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat desa,” ungkap Wahid Saefudin.

Kegiatan rutin turun ke desa-desa yang dilakukan oleh penyuluh KUA Pagentan ini diharapkan dapat terus mempererat sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat, sekaligus memastikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan dapat tersampaikan dengan baik hingga ke tingkat pelosok dusun. 

(msa/azd)

Skip to content