Sambut Zulhijah dengan Iman dan Sehat Jasmani, Penyuluh KUA Wanadadi Ajak Jamaah MT Al Ikhlas Karangkemiri Raih Keberkahan Hidup

Banjarnegara (Humas) – Semangat menyambut datangnya bulan Zulhijah terasa hangat dalam kegiatan kepenyuluhan Majelis Taklim Al Ikhlas Karangkemiri yang digelar di Aula Mushola Al Ikhlas pada Senin (18/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Wanadadi, Dewi Kholifah dan Namyroh Ndaruwati, dengan materi bertema “10 Amalan Sunah di Bulan Zulhijah dan Pentingnya Menjaga Kelenturan Sendi untuk Mengurangi Risiko Cedera pada Lansia.”

Kegiatan berlangsung penuh antusias dan kekeluargaan. Jamaah majelis taklim yang didominasi para ibu dan lansia tampak khusyuk mengikuti penyampaian materi yang memadukan penguatan spiritual sekaligus edukasi kesehatan jasmani.

Dalam penyampaiannya, Dewi Kholifah menjelaskan tentang keutamaan sepuluh hari pertama bulan Zulhijah yang menjadi momentum istimewa untuk memperbanyak amal saleh. Beberapa amalan sunah yang dianjurkan di antaranya memperbanyak dzikir, puasa sunnah terutama puasa Arafah, membaca Al-Qur’an, bersedekah, menjaga silaturahmi, hingga memperbanyak doa dan istighfar.

“Sepuluh hari pertama Zulhijah adalah hari-hari yang sangat dicintai Allah. Maka jangan biarkan berlalu tanpa amal terbaik. Sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan bernilai besar di sisi Allah Swt,” tutur Dewi Kholifah.

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga keseimbangan antara kesehatan ruhani dan jasmani merupakan bagian dari ajaran Islam. Hal tersebut sebagaimana firman Allah Swt dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 195:

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.”

Ayat tersebut menjadi pengingat agar manusia menjaga diri, kesehatan, dan keselamatan dalam menjalani kehidupan.

Sementara itu, Namyroh Ndaruwati menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan tubuh, khususnya bagi para lansia, melalui latihan sederhana untuk meningkatkan kelenturan sendi sehingga dapat mengurangi risiko cedera dan menjaga kualitas hidup di usia senja.

“Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga amanah berupa tubuh yang sehat. Lansia tetap harus bergerak aktif dengan latihan ringan agar sendi tetap lentur dan tubuh tidak mudah sakit maupun cedera,” jelas Namyroh Ndaruwati.

Ia juga mengaitkan pentingnya kesehatan jasmani dengan firman Allah Swt dalam surat Asy-Syu’ara ayat 80:

“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.”

Menurutnya, ayat tersebut mengajarkan bahwa manusia wajib berikhtiar menjaga kesehatan sambil tetap bersandar kepada Allah Swt sebagai pemberi kesembuhan.

Suasana penyuluhan semakin hidup ketika jamaah diajak mempraktikkan gerakan-gerakan sederhana untuk melatih kelenturan tubuh. Para peserta tampak senang dan bersemangat mengikuti setiap arahan yang diberikan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa ibadah tidak hanya diwujudkan melalui penguatan spiritual, tetapi juga dengan menjaga kesehatan jasmani agar tetap mampu menjalankan aktivitas dan ibadah secara optimal.

Kegiatan kepenyuluhan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar momentum Zulhijah menjadi sarana meningkatkan ketakwaan, kepedulian sosial, serta kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat. KUA Wanadadi terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyejukkan, membangun, dan menyentuh kebutuhan umat dalam kehidupan sehari-hari.

(NN/azd)

Skip to content