Banjarnegara – Tantangan literasi Ramadhan di MI Al Fatah Parakancanggah terus menghadirkan tulisan-tulisan inspiratif dari para siswa. Memasuki hari ke-21, karya datang dari Dhia Er Syarafana, siswi kelas 5D, yang mengangkat tema unik dan segar dengan mengaitkan olahraga badminton dengan nilai-nilai puasa.(15/3)
Dalam tulisannya, Dhia menyampaikan bahwa puasa bukanlah alasan untuk berhenti beraktivitas. Justru, bulan suci ini menjadi momen untuk melatih kesabaran dan pengendalian diri dalam setiap kegiatan, termasuk saat berolahraga. Ia menuliskan bahwa setiap smash adalah latihan kesabaran, dan setiap netting tipis menjadi simbol kelembutan hati.
“Puasa bukan alasan berhenti beraksi; jadikan setiap smash di bulan suci ini sebagai latihan kesabaran dan netting tipis sebagai kelembutan hati. Tetap fit dengan badminton, raih kemenangan sejati dengan menahan hawa nafsu. Keep calm and smash hard di bulan penuh berkah!” tulis Dhia dengan penuh semangat.
Melalui analogi sederhana namun bermakna, Dhia mengajak pembaca untuk memahami bahwa kemenangan sejati bukan hanya soal skor di lapangan, melainkan kemampuan menahan diri dari amarah, emosi, dan hawa nafsu. Olahraga pun menjadi sarana untuk menjaga kesehatan sekaligus membentuk karakter yang kuat dan disiplin.
Guru kelas 5D menyampaikan apresiasi atas kreativitas Dhia dalam mengaitkan aktivitas sehari-hari dengan nilai spiritual Ramadhan. “Tulisan Dhia sangat menarik karena memadukan dunia anak dengan pesan keislaman. Ini menunjukkan bahwa literasi tidak hanya tentang menulis, tetapi juga tentang bagaimana menyampaikan makna kehidupan dengan cara yang dekat dengan keseharian,” ungkapnya.
Kegiatan literasi Ramadhan ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan berpikir reflektif pada siswa, sekaligus membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.
Ramadhan pun kembali mengajarkan bahwa setiap aktivitas, sekecil apa pun, dapat bernilai ibadah jika dilakukan dengan niat yang tulus. Seperti halnya dalam permainan badminton, hidup membutuhkan keseimbangan antara kekuatan dan kelembutan, antara usaha dan kesabaran hingga akhirnya kita mampu meraih kemenangan sejati, bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.(nas)
