Banjarnegara – Peringatan Hari Batik Nasional di MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) berlangsung meriah dan penuh kreativitas. Salah satunya melalui kegiatan pembelajaran kelas 2A yang diisi dengan aktivitas mewarnai gambar bermotif batik pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Sebanyak 22 murid kelas 2A mengikuti kegiatan tersebut bersama wali kelas Nonny Adellia Azzahra. Melalui kegiatan mewarnai, murid diajak mengenal beragam motif batik sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap salah satu warisan budaya Indonesia.
Sejak kegiatan dimulai, murid tampak antusias memilih warna dan memberikan sentuhan warna pada gambar motif batik yang telah disiapkan. Setiap murid diberikan kebebasan untuk berkreasi dalam menentukan perpaduan warna sesuai imajinasi masing-masing.
Kegiatan sederhana tersebut juga menjadi sarana untuk melatih ketelitian dan kesabaran. Murid berusaha mewarnai bagian-bagian motif dengan rapi agar gambar batik terlihat lebih menarik. Mereka juga belajar mengenali bentuk dan pola yang terdapat pada motif batik.
Wali kelas 2A, Nonny Adellia Azzahra, menyampaikan bahwa kegiatan mewarnai menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenalkan batik kepada murid sejak usia dini.
“Melalui kegiatan mewarnai, anak-anak dapat mengenal batik dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Mereka juga belajar berkreasi, memilih warna, serta menyelesaikan karya dengan teliti,” tutur Nonny Adellia Azzahra.
Kepala MIMAU, Wahyul Khomisah, mengapresiasi kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan momentum Hari Batik Nasional tersebut. Menurutnya, pengenalan budaya kepada murid dapat dilakukan melalui kegiatan yang sesuai dengan dunia anak.
“Menanamkan kecintaan terhadap budaya Indonesia dapat dimulai sejak dini. Kegiatan mewarnai motif batik menjadi salah satu cara yang sederhana, tetapi memberikan pengalaman yang bermakna bagi murid,” ungkap Wahyul Khomisah.
Sementara itu, tim jurnalis madrasah melihat kegiatan tersebut sebagai bentuk pembelajaran kreatif yang mampu menghadirkan suasana belajar sekaligus mengenalkan budaya Indonesia kepada murid.
“Anak-anak dapat mengekspresikan kreativitasnya melalui warna sekaligus mengenal motif batik. Setiap karya memiliki perpaduan warna yang berbeda, sehingga menunjukkan kreativitas dan imajinasi masing-masing murid,” jelas Nuri Fatimah tim jurnalis madrasah.
Kegiatan mewarnai motif batik tersebut menjadi bagian dari semarak Hari Batik Nasional di MIMAU. Melalui aktivitas yang sederhana dan menyenangkan, murid kelas 2A belajar bahwa mencintai budaya Indonesia dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk mengenal, menghargai, dan berkreasi melalui motif batik. (NF)
