Sentuhan Iman dan Kesehatan di Posyandu Margi Mulia: Penyuluh Agama Islam dan Bidan Desa Bangkitkan Semangat Ibu-ibu Posyandu

Banjarnegara (Humas) – Kehangatan pagi Dusun Kroya, Desa Pasegeran, terasa semakin bermakna saat Posyandu Margi Mulia kembali menjadi tempat bertemunya dua kekuatan penting dalam kehidupan masyarakat: kesehatan dan keimanan. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (02/10/2025) pukul 09.00 WIB ini dihadiri puluhan ibu yang datang mengantar balita mereka untuk pemeriksaan rutin sekaligus mengikuti penyuluhan terpadu.

Acara dibuka dengan sambutan dan edukasi kesehatan oleh Bidan Desa Pasegeran yaitu Ibu Sigit yang memberikan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak. Dalam penyampaiannya, Bu Sigit menekankan bahwa peran ibu sangat penting dalam tumbuh kembang anak, tidak hanya dari sisi fisik tapi juga emosional dan mental.

“Kesehatan bukan hanya soal angka timbangan atau tinggi badan anak, tapi juga tentang kasih sayang, gizi yang seimbang, dan lingkungan yang mendukung. Ibu adalah pilar pertama kesehatan keluarga,” ujar Bu Sigit penuh semangat.

Setelah sesi kesehatan selesai, suasana berubah menjadi lebih hening dan khusyuk saat Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum yaitu Suprihatin, menyampaikan materi keagamaan yang bertajuk “Sedekah Si Miskin yang Menggetarkan ‘Arsy Allah”. Tema tersebut mengangkat kisah-kisah inspiratif dari orang-orang sederhana yang mampu menyentuh langit karena keikhlasannya dalam bersedekah, meski dalam keterbatasan.

Dengan gaya penyampaian yang lugas dan menyentuh hati, ia mengajak para ibu untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam rumah tangga, terutama mengajarkan anak-anak sedari kecil tentang keikhlasan, empati, dan amal.

“Jangan menunggu kaya untuk bersedekah. Justru dari yang sedikit itulah, keikhlasan diuji dan dicatat oleh Allah,” tutur Suprihatin dalam ceramahnya.

Para ibu tampak larut dalam penyampaian tersebut. Beberapa bahkan terlihat mengangguk-angguk tanda memahami dan terinspirasi, sementara yang lain tersenyum haru, merasa bahwa pesan tersebut sangat relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Kegiatan diakhiri dengan sesi ramah tamah yang hangat. Para peserta saling bertukar cerita, saling menyemangati, dan membangun kebersamaan dalam suasana kekeluargaan yang erat. Tidak sedikit dari mereka yang berharap agar kegiatan serupa bisa dilaksanakan secara rutin karena dirasa sangat bermanfaat.

Kegiatan kolaboratif seperti ini membuktikan bahwa pendekatan yang menyentuh dua sisi kehidupan jasmani dan rohani, sangat efektif dalam membangun masyarakat yang sehat dan beriman. Posyandu bukan hanya tempat timbang badan anak, tapi juga bisa menjadi ruang bertumbuhnya semangat ibu-ibu desa untuk menjadi pribadi yang lebih kuat, sehat, dan bertakwa. (ev, azd)