Sentuhan Kreatif Penyuluh Agama Islam: Film Bahaya Judi Online Libatkan Pelajar dan Masyarakat

Banjarnegara (Humas) – Semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap generasi muda kembali ditunjukkan oleh para Penyuluh Agama Islam dari Kecamatan Pandanarum, Kalibening, dan Mandiraja. Mereka bersatu dalam sebuah aksi kreatif dengan memproduksi film edukasi bertema bahaya judi online sebagai respon atas maraknya fenomena perjudian daring yang kini semakin mengkhawatirkan. (21/4/2026)

Kegiatan shooting yang dilaksanakan di salah satu rumah Penyuluh Agama Islam di Kalibening berlangsung dengan penuh antusias dan kekompakan. Di bawah arahan sutradara yaitu Hendriyanto. Proses produksi berjalan lancar, penuh semangat, dan sarat nilai edukatif. Setiap adegan digarap dengan serius, namun tetap menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat di antara seluruh tim.

Film ini menjadi semakin istimewa karena melibatkan berbagai unsur masyarakat. Tidak hanya para penyuluh, dua siswa dari SMA 4 Muhammadiyah Banjarnegara, yaitu Yasir dan Rahmat, turut ambil bagian sebagai pemeran utama. Keterlibatan mereka menjadi bukti bahwa generasi muda juga memiliki peran penting dalam menyuarakan gerakan positif dan membangun kesadaran bersama.

Yasir  yang memerankan tokoh Raka, mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya bisa terlibat dalam produksi film ini. Ia mengaku pengalaman tersebut menjadi momen berharga yang tidak terlupakan. “Ini pertama kalinya saya ikut shooting film. Ternyata sangat seru dan membuka wawasan saya. Semoga film ini bisa memberi pelajaran bagi teman-teman seusia saya agar menjauhi judi online,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Selain pelajar, perangkat Desa Sikumpul juga turut dilibatkan sebagai tokoh masyarakat dalam film ini. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan judi online bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Melalui media film, para penyuluh berharap pesan yang disampaikan dapat lebih mudah diterima dan membekas di hati penonton. Dengan pendekatan yang kreatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, film ini diharapkan mampu menjadi sarana dakwah sekaligus edukasi yang efektif, khususnya bagi kalangan remaja.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa penyuluh agama tidak hanya hadir dalam ceramah dan pembinaan formal, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui media kreatif. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, para penyuluh di Banjarnegara terus berinovasi demi menciptakan generasi yang cerdas, berakhlak, dan bebas dari pengaruh negatif seperti judi online. 

(ev/azd)

Skip to content