Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya memperkuat peran fungsi edukatif dan konsultatif di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Mandiraja, Dian Setiadi, melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan secara intensif melalui metode kunjungan rumah (door-to-door system).
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (21/4) ini merupakan bentuk respons cepat terhadap permohonan warga yang membutuhkan pendampingan keagamaan secara khusus. Langkah jemput bola ini diambil guna memastikan bahwa layanan bimbingan mental spiritual dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan untuk hadir dalam majelis taklim secara reguler.
Menanggapi inisiatif tersebut, Kepala KUA Kecamatan Mandiraja, Musobihin, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi penyuluh di lapangan. Ia menegaskan bahwa kehadiran penyuluh hingga ke ruang tamu warga adalah wujud nyata pelayanan prima Kementerian Agama.
“Kami sangat mendukung langkah proaktif ini. Penyuluh agama harus mampu menjadi sahabat bagi masyarakat. Dengan turun langsung ke rumah-rumah, Bapak Dian Setiadi telah menunjukkan bahwa KUA tidak hanya menunggu di kantor, tetapi hadir secara nyata untuk memberikan solusi atas persoalan umat secara personal dan menyentuh hati,” tegas Musobihin.
Dian Setiadi menjelaskan bahwa pendekatan personal ini jauh lebih efektif dalam menyerap aspirasi serta memberikan solusi atas problematika keagamaan yang dihadapi warga di tingkat keluarga.
“Penyuluhan tidak hanya dilakukan di atas mimbar. Melalui kunjungan langsung seperti ini, kami bisa berdialog lebih dalam, mendengarkan keluh kesah warga, dan memberikan arahan yang lebih aplikatif sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Dian di sela-sela kegiatannya.
Materi yang disampaikan dalam pendampingan intensif ini meliputi penguatan literasi al-quran, bimbingan keluarga sakinah, hingga pemahaman moderasi beragama dalam kehidupan bertetangga. Metode ini juga diharapkan dapat mendeteksi secara dini persoalan sosial-keagamaan yang ada di wilayah Mandiraja.
Melalui program pendampingan intensif ini, diharapkan kualitas kehidupan beragama di wilayah Kecamatan Mandiraja, termasuk di desa-desa seperti Somawangi dan sekitarnya, terus meningkat serta menciptakan harmoni sosial yang kokoh.







