Banjarnegara – Pembelajaran IPAS di kelas 5B MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo berlangsung seru dan menyenangkan. Para murid diajak membuat dan mencoba langsung telepon benang sederhana untuk membuktikan perambatan bunyi, pada Sabtu (10/10/2026) di ruang kelas 5B.
Kegiatan praktik ini dipandu oleh walikelas 5B, Asri Maghfirotul Fauziah. Praktik ini merupakan metode yang dipakai walikelas pada pembelajaran IPAS materi bunyi dan perambatannya. Tujuannya untuk membuktikan bahwa bunyi dapat merambat melalui zat perantara seperti benang yang tegang. Dengan berbekal dua kaleng benang, paku, dan benang bogor, murid diajak membuat telepon dari kaleng benang sebagai media membuktikan perambatan bunyi.
Walikelas 5B, Asri Maghfirotul Fauziah mengatakan praktik ini sebagai cara membuktikan bunyi dapat merambat melalui benda padat seperti benang.
“Pada materi pembelajaran IPAS Bab tentang bunyi dan perambatannya, murid diajak membuktikan sendiri bahwa bunyi dapat merambat melalui benda padat seperti benang yang tegang,” ucapnya.
Praktik dimulai murid menyiapkan 2 buah kaleng, kaleng tersebut dihubungkan dengan benang. Kemudian rentangkan benang hingga tegang. Ketika benangnya tegang, murid mulai berbicara melalui kaleng dan satunya mendengarkan bunyi tersebut seperti sedang menelepon, lalu bergantian berbicara. Dari telepon benang, murid diajak mengamati hasil perambatan bunyi tersebut dituliskan di buku tulis.
Suasana sorak antusias terdengar ketika suara pelan dari ujung kaleng ternyata bisa terdengar jelas diujung kaleng asalkan benangnya ditarik kencang. Suasana kelas sontak disulap menjadi labioratorium mini.
Zamzam, murid kelas 5B mengatakan antusiasnya membuat telepon benang sebagai media praktik.
“Tegang tapi seru, benang tadinya kendor, pas ditarik kencang suara teman jadi jelas, aku jadi tahu bunyi butuh media untuk merambat,” ujarnya.
Asri menambahkan, ia sengaja memakai barang bekas agar pembelajaran dapat dicontoh dirumah dan memanfaatkan barang bekas.
“Kami ini murid kami berpikir ramah lingkungan, tidak harus barang bagus tetapi merekaa paham konsepnya dan memahami ilmunya,” imbuhnya.
Praktik ini diakhiri dengan analisis murid terhadap bunyi merambat ke benang serta tugas tambahan untuk mempraktikkan dirumah bersama keluarga. (RF).
