Sinergi Tanpa Sekat: Penyuluh Agama Islam Pagentan dan Pemdes Plumbungan Perkuat Kolaborasi Lintas Sektoral demi Kesejahteraan Warga

Banjarnegara (Humas) – Semangat kolaborasi lintas sektoral demi penguatan ekonomi umat kembali digelorakan di Kecamatan Pagentan. Pada Selasa (27/1/2026), Penyuluh Agama Islam  Pagentan, Alfiana Nurhidayah, menggelar kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi strategis bertempat di Balai Desa Plumbungan. Pertemuan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini membawa misi khusus: menyelaraskan program keagamaan dan kesejahteraan sosial melalui manajemen zakat yang terintegrasi antara Desa Plumbungan dan Desa Kalitlaga.

Kehadiran Alfiana disambut hangat oleh Kepala Desa Plumbungan, Kasmini, beserta jajaran perangkat desa. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah menciptakan sistem penyaluran zakat yang lebih tepat sasaran, transparan, dan berdampak luas bagi warga di kedua desa yang memiliki kedekatan geografis serta sosial tersebut.

Dalam pemaparannya, Alfiana Nurhidayah menekankan bahwa urusan keagamaan tidak bisa dipisahkan dari upaya pengentasan kemiskinan. Menurutnya, potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayah Pagentan sangat besar, namun memerlukan koordinasi antar-desa agar distribusinya tidak tumpang tindih.

“Zakat bukan sekadar ritual ibadah individu, melainkan instrumen sosial yang dahsyat jika dikelola secara kolektif. Sinergi antara Plumbungan dan Kalitlaga ini diharapkan menjadi role model bagi desa-desa lain dalam hal pemerataan kesejahteraan berbasis religi,” ujar Alfiana Nurhidayah di sela-sela diskusi.

Kepala Desa Plumbungan, Kasmini, menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai bahwa sinkronisasi data mustahik (penerima zakat) antar-desa akan sangat membantu pemerintah desa dalam memetakan warga yang benar-benar membutuhkan bantuan, terutama dalam program jangka panjang seperti pemberdayaan ekonomi produktif.

“Kami sangat mengapresiasi langkah jemput bola dari Ibu Alfiana. Dengan adanya koordinasi ini, program keagamaan di Desa Plumbungan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan selaras dengan program di desa tetangga seperti Kalitlaga. Kami ingin memastikan bahwa zakat yang terkumpul benar-benar mampu mengangkat derajat kesejahteraan sosial warga kami,” tutur Kasmini, Kepala Desa Plumbungan.

Pertemuan ini menghasilkan beberapa poin kesepakatan, di antaranya adalah pembentukan forum komunikasi rutin antara unit pengumpul zakat di kedua desa dan sinkronisasi jadwal kegiatan keagamaan bulanan. Perangkat Desa Plumbungan pun menyatakan kesiapannya untuk melakukan pendataan ulang yang lebih akurat guna mendukung program lintas sektoral ini.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan komitmen untuk segera menindaklanjuti hasil koordinasi dalam bentuk aksi nyata di lapangan pada bulan depan. Melalui sinergi ini, diharapkan kemiskinan ekstrem di wilayah Pagentan dapat ditekan melalui optimalisasi dana umat yang dikelola secara profesional dan amanah.

(an/azd)