Siswa Kelas VII E MTs Negeri 1 Banjarnegara Antusias Ikuti Praktikum Pengukuran dalam Sains

Banjarnegara (Humas) – Suasana ruang kelas VII E MTs Negeri 1 Banjarnegara pada Kamis (21/8) tampak berbeda. Para siswa dengan penuh antusias mengikuti kegiatan praktikum IPA bertema Pengukuran dalam Sains, khususnya tentang aspek fisis dalam kehidupan sehari-hari. Praktikum ini merupakan bagian dari materi pengukuran yang sangat penting dalam pembelajaran IPA, karena menjadi dasar bagi pemahaman konsep-konsep ilmiah lainnya.

Guru IPA MTs Negeri 1 Banjarnegara, Tri Widayati, yang memandu jalannya kegiatan menjelaskan bahwa tujuan praktikum ini adalah melatih siswa agar mampu melakukan pengukuran secara tepat dan teliti menggunakan alat ukur sederhana maupun laboratorium.

“Pengukuran adalah keterampilan dasar dalam sains. Dengan praktikum ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga berlatih bagaimana membaca skala pada gelas ukur, menggunakan penggaris, maupun memahami cara menghitung massa dan volume benda. Semua ini akan sangat bermanfaat untuk membiasakan siswa berpikir ilmiah dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Tri Widayati.

Dalam kegiatan ini, siswa terlihat berkelompok mengamati dan mencoba sendiri berbagai alat ukur. Mereka melakukan pengukuran volume air menggunakan gelas ukur, menimbang benda dengan timbangan, serta memahami hubungan antara massa, volume, dan massa jenis. Pendekatan praktik langsung ini menjadikan suasana belajar lebih hidup dan interaktif.

Wakil kepala urusan kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Yuniyati, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan praktikum yang melibatkan siswa secara aktif. Menurutnya, pembelajaran berbasis eksperimen seperti ini selaras dengan semangat kurikulum yang menekankan pada penguasaan keterampilan abad 21.

“Praktikum semacam ini sangat bagus karena menumbuhkan rasa ingin tahu, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan bekerja sama. Anak-anak tidak hanya menerima materi dari guru, tapi mereka benar-benar mengalami proses ilmiah. Ini tentu mendukung visi madrasah untuk melahirkan generasi yang cerdas, terampil, dan berkarakter,” tutur Yuniyati.

Sementara itu, siswa kelas VII E juga merasakan manfaat langsung dari kegiatan ini. Iqbal, salah satu siswa, mengaku senang karena bisa mencoba mengukur benda secara nyata.

“Kalau biasanya hanya lihat di buku, sekarang saya bisa memegang langsung gelas ukur dan melihat cara membaca skala air. Awalnya agak sulit karena harus sejajar dengan permukaan cairan, tapi lama-lama jadi terbiasa. Rasanya jadi lebih paham pelajaran IPA,” ungkap Iqbal dengan antusias.

Hal senada juga diungkapkan Amira, siswa lain dari kelas VII E. Ia menilai kegiatan praktikum membuat pembelajaran IPA terasa lebih menyenangkan.

“Saya suka praktikum ini karena bisa belajar sambil mencoba. Jadi, tidak hanya mendengarkan penjelasan guru. Dengan mencoba sendiri, saya jadi tahu bagaimana cara menghitung volume dan massa benda. Ini akan berguna nanti kalau ada soal atau percobaan lain,” ujar Amira sambil tersenyum.

Kegiatan praktikum ini berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Guru mendampingi siswa secara langsung, memberikan arahan saat mereka menemui kesulitan, sekaligus memastikan keselamatan penggunaan alat-alat laboratorium sederhana.

Di akhir kegiatan, siswa juga diajak untuk menuliskan laporan praktikum secara berkelompok. Laporan tersebut berisi tujuan, alat dan bahan, langkah kerja, data hasil pengamatan, hingga kesimpulan. Dengan begitu, siswa terbiasa menyusun laporan ilmiah sesuai dengan metode sains.

Tri Widayati menambahkan bahwa pembelajaran berbasis praktikum ini akan terus ditingkatkan pada materi-materi lain di IPA.

“Kami berharap siswa semakin terlatih untuk berpikir kritis dan teliti. Pembelajaran IPA bukan hanya soal menghafal rumus, tapi bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara membuktikan komitmennya untuk terus menghadirkan pembelajaran yang aktif, inovatif, dan menyenangkan. Praktikum bukan hanya membuat siswa lebih paham materi, tetapi juga menumbuhkan keterampilan sains dasar yang menjadi bekal penting untuk jenjang pendidikan berikutnya. (Lin/La)

Skip to content