Siswa Madtsansa Konsultasikan Riset tentang Nihilisme dan Anime ke Psikolog RSUD Banjarnegara

Banjarnegara — Dalam upaya memperdalam dan memvalidasi aspek psikologis dari riset ilmiahnya, Aldan Perdana Aji, siswa kelas 9 unggulan riset MTs Negeri 1 Banjarnegara, melakukan konsultasi khusus dengan psikolog RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, Ibnu Sina. Konsultasi ini berlangsung pada Senin (21/7) di ruang tamu psikolog rumah sakit tersebut.

Riset yang tengah dikembangkan oleh Aldan adalah seputar nihilisme dan karakter anime. Tema ini terbilang unik dan kompleks, karena mengangkat isu psikologis mendalam.

Dalam sesi konsultasi, Aldan dengan serius memaparkan kerangka berpikir dan objek kajiannya kepada Ibnu Sina.

“Saya ingin menggali lebih dalam bagaimana nilai-nilai nihilisme bisa terbentuk dalam karakter fiksi, khususnya anime, dan dampaknya terhadap penonton usia remaja,” terang Aldan.

Ibnu Sina merespons dengan antusias dan memberikan sejumlah masukan penting, terutama dari sudut pandang psikologi perkembangan remaja.

“Nihilisme adalah paham yang menolak kebermaknaan hidup, dan itu bisa sangat berpengaruh jika dikonsumsi tanpa pemahaman kritis, terutama oleh remaja yang sedang dalam masa pencarian jati diri. Kajian ini menarik karena bisa menjadi bentuk literasi psikologi dan budaya pop,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan struktur otak dan emosi manusia melalui media visual seperti diagram sistem limbik otak.

“Karakter anime kadang menampilkan perilaku depresif, dingin, atau putus asa, yang sebenarnya merepresentasikan kondisi psikologis tertentu. Ini penting untuk dianalisis bukan hanya dari narasi, tapi juga dari sisi psikologi perilaku,” lanjutnya sambil menunjuk bagian otak yang terkait dengan emosi dan motivasi.

Tri Widayati, guru pembimbing riset Aldan, menyatakan bahwa konsultasi ini merupakan bagian dari strategi penguatan data teoritis dan empirik menjelang presentasi dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat nasional.

“Kami ingin riset Aldan tidak hanya kuat dari sisi literatur, tapi juga divalidasi oleh ahli di bidangnya. Ini adalah bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman nyata,” kata Tri.

Lebih lanjut, Tri menyampaikan apresiasinya kepada RSUD Hj. Anna Lasmanah dan khususnya kepada Bapak Ibnu Sina atas keterbukaannya menerima siswa untuk berdiskusi ilmiah.

“Ini bentuk kolaborasi nyata antara dunia pendidikan dan dunia profesional. Anak-anak belajar langsung dari sumber pertama,” imbuhnya.

Di akhir sesi, Aldan merasa semakin mantap untuk melanjutkan risetnya.

“Saya jadi lebih paham kalau nilai-nilai yang tampak sepele dalam tontonan ternyata punya dampak besar, bahkan bisa memengaruhi pola pikir seseorang,” katanya.

Dengan semangat dan dukungan dari berbagai pihak, Aldan kini tengah merampungkan bab analisis psikologis dalam penelitiannya. Ia berharap, melalui riset ini, generasi muda bisa lebih bijak dalam mengonsumsi media hiburan dan mampu memahami isi pesan yang tersirat dalam karakter-karakter anime favorit mereka.(lin)

Skip to content