Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan bakat siswa melalui penyelenggaraan Sosialisasi Program Kelas Unggulan Sastra dan Seni tahun pelajaran 2025/2026. Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu (16/8) bertempat di Masjid Darul Ulum Madtsansa dengan dihadiri guru, komite, orang tua, dan para siswa.
Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembukaan oleh MC, Agustina Dewi Merdekawati. Rangkaian kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Khoerul Mahbub Alhafidz, dilanjutkan sambutan Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara H. Yatiman, sambutan motivasi dari pengurus komite Rosikhun, serta paparan program kelas unggulan oleh Sarno selaku koordinator kelas sastra dan seni. Seusai paparan, forum dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat antara peserta sosialisasi dengan narasumber.
Dalam sambutannya, Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menegaskan bahwa kelas unggulan sastra dan seni merupakan salah satu bentuk ikhtiar madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kecakapan literasi dan kreativitas seni.
“Madrasah ini terus berusaha memberikan ruang bagi setiap potensi siswa. Kelas unggulan sastra dan seni adalah laboratorium kreatif yang akan menumbuhkan kecintaan anak-anak pada literasi, sekaligus membekali mereka dengan kemampuan berekspresi melalui seni. Harapan kami, siswa-siswi Madtsansa dapat menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Rosikhun selaku pengurus komite menyampaikan apresiasi kepada madrasah atas konsistensinya dalam mengembangkan program-program unggulan. Ia menekankan bahwa dukungan orang tua sangat penting demi kesuksesan program ini.
“Komite akan selalu mendukung langkah madrasah. Kami mengajak seluruh wali murid untuk memberikan dorongan moril dan materiil kepada putra-putrinya. Dengan dukungan bersama, program kelas sastra dan seni akan melahirkan generasi yang mampu membawa nama baik madrasah hingga ke tingkat nasional maupun internasional,” tutur Rosikhun.
Paparan program kemudian disampaikan secara detail oleh Sarno, koordinator kelas sastra dan seni. Ia menjelaskan kurikulum, metode pembelajaran, hingga target capaian yang diharapkan dari para siswa. Menurutnya, pembelajaran tidak hanya menekankan teori, melainkan juga praktik berkarya.
“Di kelas ini siswa akan diarahkan menghasilkan karya berupa puisi, cerpen, naskah drama, hingga pementasan seni. Selain itu, target kami adalah lahirnya buku antologi karya siswa setiap tahunnya. Dengan demikian, mereka tidak hanya belajar, tetapi juga meninggalkan jejak nyata berupa karya,” jelas Sarno.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat tanggapan positif dari para orang tua. Muhammad Ipang, wali dari Agan Fadhilah siswa kelas 8 program sastra dan seni mengaku bangga anaknya dapat bergabung di kelas ini.
“Saya melihat perubahan besar pada Agan sejak masuk kelas unggulan sastra dan seni. Dia lebih percaya diri, lebih disiplin, dan tentu semakin produktif dalam menulis. Sebagai orang tua, kami sangat terbantu karena madrasah benar-benar memfasilitasi minat anak,” ungkap Ipang dengan penuh syukur.
Di sela acara, suasana semakin hangat saat forum tanya jawab dibuka. Para orang tua dan siswa antusias menanyakan berbagai hal, mulai dari mekanisme seleksi siswa, pendampingan guru, hingga peluang siswa dalam mengikuti lomba sastra dan seni di tingkat lebih luas. Semua pertanyaan dijawab tuntas oleh Sarno dan jajaran guru pendamping.
Sosialisasi yang berlangsung hampir tiga jam tersebut berjalan lancar, penuh antusiasme, namun tetap serius. Kehadiran guru, komite, serta orang tua semakin memperkuat sinergi untuk menyukseskan program kelas unggulan sastra dan seni.
Menutup acara, MC Agustina Dewi Merdekawati menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berpartisipasi aktif. Dengan doa dan dukungan bersama, MTs Negeri 1 Banjarnegara optimis melahirkan generasi Madtsansa yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berprestasi di dunia sastra dan seni. (Fy/La)
