Banjarnegara – Komitmen dalam mendukung penguatan karakter di lingkungan pendidikan kembali ditunjukkan oleh MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA). Sebanyak 3 guru dan 17 siswa menjadi responden dalam Survei Nasional Sahabat KBC yang dilaksanakan pada 20–22 Oktober 2026.
Di MIFABARA, pelaksanaan survei dilakukan secara serentak pada Rabu, 21 Oktober 2026, dengan melibatkan guru dan siswa sebagai responden. Partisipasi ini menjadi bagian dari keterlibatan warga madrasah dalam memberikan respons terhadap survei nasional yang mengangkat Sahabat KBC.
Keterlibatan guru dan siswa dalam kegiatan tersebut menghadirkan perspektif dari dua unsur penting pendidikan. Guru berperan sebagai pendidik yang berinteraksi langsung dengan proses pembelajaran dan pembinaan karakter, sedangkan siswa menjadi bagian utama dari pengalaman pendidikan sehari-hari di madrasah.
Partisipasi ini juga menjadi momentum bagi MIFABARA untuk menunjukkan keterbukaan terhadap kegiatan evaluasi dan pengumpulan informasi di bidang pendidikan. Suara responden diharapkan dapat menjadi bagian dari gambaran yang lebih luas mengenai pelaksanaan program dan penguatan karakter di lingkungan pendidikan.
Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Durotun Nafisah, menyampaikan bahwa keterlibatan guru dan siswa dalam survei nasional merupakan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang berkaitan dengan dunia pendidikan.
“Keikutsertaan guru dan siswa MIFABARA dalam Survei Nasional Sahabat KBC merupakan bentuk partisipasi aktif warga madrasah. Kami berharap seluruh responden dapat memberikan jawaban secara jujur dan sesuai dengan pengalaman masing-masing. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan dan penguatan karakter peserta didik,” ungkapnya.
Antusiasme juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan survei. Azmi, salah satu responden siswa menyampaikan pandangannya mengenai pengalaman mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya senang bisa ikut menjadi responden dalam survei ini. Menurut saya, kegiatan seperti ini menjadi pengalaman baru bagi siswa untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan berskala nasional,” tutur Azmi.
Melalui keterlibatan tiga guru dan 17 siswa, MIFABARA berharap dapat terus mengambil bagian dalam berbagai kegiatan yang mendukung kemajuan pendidikan. Partisipasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa suara guru dan siswa memiliki arti penting dalam membangun lingkungan belajar yang lebih baik. MIFABARA berpartisipasi, menyuarakan pengalaman, dan terus bergerak untuk pendidikan yang berkarakter. (nas)
