Syukur sebagai Kunci, Penyuluh Agama Sigaluh Bahas Makna dan Tingkatan Nikmat

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sigaluh memberikan penyuluhan di Majelis Taklim Darun Najah dengan tema “Tingkatan Nikmat.” Setiap manusia hidup dalam limpahan nikmat Allah dari hal kecil yang sering terlupa, hingga karunia besar yang tak terhitung jumlahnya. Di antara kesibukan dunia, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sigaluh hadir mengingatkan jamaah majelis taklim tentang pentingnya mensyukuri setiap nikmat yang diberikan. (10/10)

Penyuluhan yang berlangsung di Masjid Darun Najah Desa Singamerta, penyuluh Elok Faiqoh menjelaskan bahwa nikmat Allah memiliki beberapa tingkatan. Nikmat paling rendah adalah nikmat harta, sebab ia hanya bersifat duniawi dan sementara. Di atasnya terdapat nikmat ‘afiyah, yaitu kesehatan dan keselamatan yang menjadi penopang kehidupan manusia. Lebih tinggi dari itu adalah nikmat abna’us sholih, yaitu dikaruniai anak-anak yang saleh dan berbakti. Adapun nikmat tertinggi adalah ketika seseorang mendapatkan rida Allah Swt., sebab itulah puncak dari segala kebahagiaan dan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam penyampaiannya, penyuluh mengingatkan jamaah agar tidak terlena oleh kenikmatan materi semata. “Banyak orang mengira harta adalah segalanya, padahal yang lebih berharga adalah kesehatan, keluarga salih, dan yang paling mulia adalah rida Allah. Itulah nikmat hakiki,” ungkapnya penuh makna.

Penyuluhan yang berlangsung dengan suasana hangat itu juga disertai pembacaan ayat Al-Qur’an dari Surat Ibrahim ayat 7, yang artinya “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama, memohon agar Allah Swt., menganugerahkan nikmat yang berkah dan menjadikan seluruh jamaah sebagai hamba-hamba yang diridhai-Nya. (ef, azd)

Skip to content