Banjarnegara (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Karangkobar terus menggencarkan upaya penguatan ketahanan keluarga melalui Gerakan Keluarga Maslahat (GKM). Kali ini, kegiatan digelar di Desa Leksana, dengan menghadirkan puluhan ibu-ibu anggota majelis taklim yang antusias mengikuti penyuluhan bertema “Membangun Rumah Tangga Sakinah, Penuh Rahmah dan Maslahat.” (15/10)
Penyuluh Agama Islam Adib menyampaikan pentingnya membangun keluarga yang kokoh sejak dini, terutama di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi keluarga masa kini. Menurutnya, keluarga yang kuat bukan hanya yang bahagia secara lahiriah, tetapi juga yang memiliki ketahanan iman, kasih sayang, dan tanggung jawab bersama.
Dalam materinya, Adib mengajak peserta menanamkan lima pilar keluarga maslahat yang menjadi penyangga utama ketahanan rumah tangga:
“Zawaj, yaitu keseimbangan suami istri; Mitsaqan Ghalizhan, komitmen suci pernikahan; Mu’asyarah bil Ma’ruf, interaksi yang baik; Taradhin, saling kerelaan; dan Musyawarah, mengutamakan mufakat dalam mengambil keputusan.”
Ia juga menekankan bahwa keluarga maslahat ditandai oleh indikator-indikator nyata, seperti adanya keimanan dan ibadah yang kuat, komunikasi yang hangat, keseimbangan peran, saling menghormati, serta keterlibatan keluarga dalam kegiatan sosial yang membawa manfaat bagi lingkungan.
Sebagai ice breaking, para peserta diajak melakukan “Tepuk Sakinah” — sebuah tepuk semangat yang berisi nilai-nilai lima pilar tersebut. Suasana kegiatan berlangsung hangat, penuh tawa, dan reflektif.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana peserta aktif berbagi pengalaman rumah tangga dan mendapatkan bimbingan langsung dari penyuluh.
Melalui GKM ini, KUA Karangkobar berharap dapat memperkuat ketahanan keluarga, menumbuhkan generasi saleh dan salehah, serta mewujudkan masyarakat yang harmonis dan maslahat.
(dr/ azd)







