Banjarnegara – Suasana khidmat menyelimuti halaman MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) usai pelaksanaan salat Dzuhur berjamaah dalam rangka peringatan Hari Guru. Berbeda dari hari-hari biasanya, sholat dzuhur yang biasanya dilaksanakan di dalam ruangan kali ini digelar di halaman madrasah. Keputusan tersebut diambil agar seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan secara bersama-sama, mengingat jumlah siswa MIFABARA yang mencapai lebih dari 600 anak.
Di bawah terik matahari siang, ratusan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 tampak duduk tertib beralaskan sajadah dan tikar. Panas yang menyengat sama sekali tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengikuti doa bersama yang dikhususkan bagi para guru tercinta. Dengan penuh kekhusyukan, mereka memanjatkan doa agar seluruh guru senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan rezeki, serta keberkahan dalam mendidik.
Kepala madrasah MIFABARA, Durotun Nafisah, menyampaikan rasa haru dan bangganya melihat antusiasme para siswa.
“Pemandangan hari ini sangat menyentuh hati kami para guru. Di bawah terik matahari anak-anak tetap semangat berdoa untuk gurunya. Ini menjadi hadiah terindah di Hari Guru. Semoga doa-doa tulus mereka diijabah oleh Allah SWT,” tuturnya.
Salah satu guru, Khoeriyah, mengaku terharu melihat kekompakan seluruh siswa. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi penguat semangat bagi para pendidik.
“Melihat anak-anak duduk rapi sambil mendoakan guru, rasanya lelah kami selama mengajar terbayar lunas hari ini,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Tak hanya dari pihak madrasah, apresiasi juga datang dari orang tua siswa. Wali murid kelas 1 Utami, , mengaku bangga terhadap pendidikan karakter yang ditanamkan di MIFABARA.
“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk menumbuhkan rasa hormat anak kepada guru. Kami sebagai orang tua merasa terharu dan bersyukur anak-anak kami dididik dengan nilai-nilai akhlak yang kuat,” ujarnya.
Doa bersama ini menjadi penutup rangkaian kegiatan Hari Guru di MIFABARA. Meski sederhana, namun sarat makna. Di tengah panasnya matahari, tersimpan ketulusan doa dari ratusan siswa untuk para guru yang telah dengan sabar mendidik dan membimbing mereka setiap hari. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kasih sayang murid kepada gurunya tidak pernah luntur, bahkan di bawah terik sekalipun.(nas)







