Tetap Berdakwah di Hari Libur, Penyuluh Agama Sampaikan Cara Menghindari Godaan Setan

Banjarnegara  (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum yaitu Efatun Vaizah, kembali menunjukkan dedikasinya dalam membina umat dengan menghadiri pertemuan rutin Majelis Taklim Nurunnisa Sirongge yang dilaksanakan di salah satu rumah jamaah pada hari Minggu. Meskipun bertepatan dengan hari libur, kegiatan tetap berlangsung khidmat, hangat, dan penuh kekeluargaan dengan dihadiri para jamaah yang antusias mengikuti jalannya pengajian. (19/4/2026)

Dalam kesempatan tersebut, Efatun menyampaikan materi bertema “Cara Setan Masuk dalam Kehidupan Manusia”. Ia menguraikan bahwa setan memiliki berbagai cara untuk menggoda manusia, di antaranya melalui kelalaian dalam menjalankan ibadah, lemahnya keimanan, serta kebiasaan mengikuti hawa nafsu tanpa kontrol. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa setan seringkali masuk melalui hal-hal kecil yang dianggap sepele, seperti menunda kebaikan, berkata tidak baik, hingga menjauh dari majelis ilmu.

Suasana penyuluhan berlangsung interaktif, di mana para jamaah turut menyimak dengan serius dan sesekali mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Hal ini menunjukkan tingginya minat jamaah dalam memahami ajaran agama serta keinginan untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Salah satu jamaah, Wiwin, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Saya merasa sangat senang bisa ikut majelis ini. Materinya sangat menyentuh dan menjadi pengingat bagi kami agar lebih waspada terhadap godaan setan serta lebih rajin dalam beribadah,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran penyuluh agama secara langsung memberikan motivasi tersendiri bagi jamaah untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas keimanan. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan, terutama sebagai pengingat di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari.

Meskipun dilaksanakan pada hari libur, Efatun tetap menjalankan tugas penyuluhannya dengan penuh keikhlasan dan kegembiraan. Baginya, berdakwah merupakan bagian dari tanggung jawab dan pengabdian kepada masyarakat. Semangat dan ketulusan tersebut menjadi inspirasi bagi jamaah untuk terus aktif dalam kegiatan keagamaan serta menjadikan majelis taklim sebagai bagian penting dalam kehidupan.

Dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, diharapkan masyarakat semakin memahami ajaran agama dengan baik serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terhindar dari berbagai godaan yang dapat menjerumuskan dan tetap berada di jalan yang diridhai Allah Swt. 

(ev/azd)

Skip to content