Banjarnegara (Humas) – Diawal bulan suci Ramadan, upaya membekali umat dengan pemahaman keagamaan yang komprehensif terus dilakukan oleh jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan. Pada Kamis (19/2/2026), Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Pagentan, Sutrisno, menggelar bimbingan kepenyuluhan di Majelis Taklim Al-Amiin, Desa Pagentan.
Kegiatan yang bertempat di Masjid Al-Amiin ini dihadiri oleh sekitar 40 jamaah yang antusias mengikuti materi bertajuk “Puasa itu Sehat”. Melalui tema ini, penyuluh berusaha menyelaraskan antara kewajiban syariat dengan temuan ilmiah di bidang kesehatan.
Dalam paparannya, Sutrisno menjelaskan bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah metode pembersihan diri secara total, baik lahir maupun batin. Ia menekankan bahwa syariat Islam selalu membawa kemaslahatan bagi pelakunya.
“Puasa adalah momentum bagi organ tubuh kita untuk beristirahat. Secara medis, ini adalah proses detoksifikasi alami yang luar biasa. Allah SWT tidak mewajibkan sesuatu kecuali di dalamnya terdapat rahasia kebaikan bagi hamba-Nya. Jadi, mari kita sambut Ramadan bukan sebagai beban, tapi sebagai sarana meraih derajat takwa sekaligus tubuh yang lebih bugar,” ujar Sutrisno di hadapan para jamaah.
Ia juga menambahkan pentingnya pola makan yang benar saat berbuka dan sahur agar manfaat kesehatan dari puasa dapat dirasakan secara optimal, yakni dengan menghindari konsumsi gula dan lemak berlebih.
Ketua Majelis Taklim Al-Amiin, Hj. Isyati, menyambut positif kehadiran penyuluh agama di tengah-tengah kelompoknya. Menurutnya, penjelasan yang menyentuh sisi kesehatan membuat ibu-ibu jamaah lebih bersemangat dalam mempersiapkan diri menghadapi bulan puasa.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Sutrisno dari KUA Pagentan. Penjelasannya sangat mencerahkan. Biasanya kami hanya fokus pada hukum sah atau batalnya puasa saja, tapi hari ini kami belajar bahwa puasa adalah obat bagi berbagai penyakit. Ilmu ini sangat bermanfaat bagi 40 jamaah yang hadir hari ini agar lebih ikhlas dan mantap menjalankan ibadah,” ungkap Hj. Isyati.
Kegiatan rutin ini merupakan bagian dari program jemput bola KUA Pagentan dalam memberikan edukasi keagamaan kepada masyarakat pedesaan. Diharapkan dengan adanya bimbingan yang intensif, pemahaman keagamaan masyarakat semakin moderat, sehat, dan berwawasan luas.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta kelancaran ibadah di bulan suci Ramadan.
(3S/azd)
