Banjarnegara (Humas) – Semangat kepedulian kembali menyapa pelosok Banjarnegara. Dua Penyuluh Agama Islam Pandanarum yaitu Turno dan Sudarno menyalurkan bantuan zakat konsumtif senilai Rp. 7.500.000 kepada 10 warga kurang mampu di Desa Pingit Lor dan Desa Sirongge, Kecamatan Pandanarum, pada Selasa pagi (12/08). Bantuan ini bersumber dari BAZNAS Kabupaten Banjarnegara sebagai bentuk nyata perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan berlangsung sederhana namun penuh makna. Dengan menyambangi langsung rumah-rumah penerima zakat, Turno dan Sudarno tak hanya membawa bantuan materi, tapi juga menghadirkan semangat dan harapan baru. Para penerima tampak terharu, beberapa bahkan menitikkan air mata saat menerima amanah tersebut.
“Kami tidak sekadar menyerahkan uang, tapi juga ingin hadir dan mendengarkan cerita hidup mereka. Karena zakat ini bukan hanya kewajiban, tapi juga jembatan empati antara yang mampu dan yang membutuhkan,” ujar Sudarno dengan nada lembut.
Salah satu penerima, seorang bapak lansia di Desa Sirongge, mengaku tak menyangka akan menerima bantuan tersebut. Ia yang sehari-hari bekerja serabutan untuk mencukupi kebutuhan keluarga, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam.
“Alhamdulillah bantuan ini akan saya gunakan untuk beli kebutuhan dapur. Saya merasa dihargai dan diperhatikan, terima kasih banyak,” ucapnya dengan semanagat.
Turno menambahkan bahwa total bantuan senilai Rp. 7,5 juta itu dibagi rata kepada 10 penerima, masing-masing menerima Rp. 750.000. Penyaluran dilakukan dengan mengedepankan prinsip tepat sasaran, melalui pendataan langsung di lapangan yang dilakukan oleh para Penyuluh Agama Islam bersama perangkat desa.
“Kami berusaha menyampaikan zakat ini kepada yang benar-benar membutuhkan, agar manfaatnya maksimal. Ini bukan sekadar uang, tapi bentuk solidaritas sesama umat,” jelas Turno.
Pihak BAZNAS Banjarnegara pun menyampaikan apresiasi kepada para Penyuluh Agama Islam yang selama ini menjadi ujung tombak dalam menyalurkan zakat ke pelosok daerah. Kerja sama yang baik antara BAZNAS dan para penyuluh terbukti mampu menjangkau masyarakat yang selama ini mungkin luput dari perhatian.
Dengan adanya program zakat konsumtif ini, diharapkan makin banyak masyarakat yang tersentuh untuk saling membantu dan menumbuhkan budaya berbagi. Sebab di balik setiap bantuan yang disalurkan, tersimpan doa dan harapan agar kehidupan menjadi lebih baik untuk semua. (ev, azd)







