140 Meter Persegi untuk Akhirat : Kisah Wakaf Suparno yang Menguatkan Musala Rodhotus Solihin

Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat terasa di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarmangu pada Selasa (10/3/2026). Di ruangan yang sederhana namun penuh makna, terlaksana prosesi akad ikrar wakaf sebidang tanah seluas 140 meter persegi yang diperuntukkan bagi Musala Rodhotus Solihin di Desa Kendaga RT 02 RW 01, Kecamatan Banjarmangu.

Tanah wakaf tersebut diikrarkan langsung oleh wakif Suparno dan diserahkan kepada nadzir Hartono sebagai pihak yang akan mengelola serta menjaga amanah wakaf tersebut agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan ibadah dan kemaslahatan umat.

Prosesi ikrar wakaf dipimpin oleh Kepala KUA Banjarmangu, Muhamad Zayin Bunani, yang juga bertindak sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW). Acara berlangsung dengan penuh kekhidmatan, disaksikan oleh para saksi dan tokoh masyarakat yang turut hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Muhamad Zayin Bunani menyampaikan nasihat kepada wakif dan nadzir mengenai pentingnya menjaga amanah wakaf. Ia menegaskan bahwa wakaf merupakan salah satu amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

“Wakaf bukan hanya tentang menyerahkan tanah, tetapi tentang menanam kebaikan yang manfaatnya bisa dirasakan banyak orang hingga generasi mendatang. Amanah ini harus dijaga dengan baik oleh para nadzir,” pesannya.

Ia juga mengapresiasi niat mulia wakif Suparno yang telah dengan ikhlas mewakafkan sebagian hartanya demi kepentingan umat, khususnya untuk mendukung keberadaan Musala Rodhotus Solihin sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat.

Dengan terlaksananya ikrar wakaf ini, diharapkan Musala Rodhotus Solihin dapat terus berkembang menjadi tempat ibadah yang semakin nyaman serta menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat Desa Kendaga.

Langkah mulia ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pembangunan fasilitas ibadah masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Wakaf yang dilakukan hari ini bukan hanya tentang sebidang tanah, tetapi tentang warisan kebaikan yang akan terus hidup sepanjang masa. 

(Ahy/azd)

Skip to content