Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya membentengi generasi muda dari dampak negatif pergaulan bebas dan meningkatkan literasi keagamaan, SMA Negeri 1 Banjarnegara melakukan koordinasi intensif dengan Kelompok Kerja Penyuluh Agama (Pokjaluh) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan koordinasi yang berlangsung di ruang multimedia sekolah ini bertujuan untuk menyusun instrumen bimbingan terpadu bagi siswa, khususnya dalam menghadapi tantangan modernitas.
Ketua Pokjaluh Banjarnegara Nasirin,menegaskan bahwa penyuluh agama kini memiliki peran strategis sebagai pendamping siswa di sekolah umum. Salah satu poin utama yang dibahas adalah kelanjutan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS).
“Kami ingin memastikan siswa Smansabara tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki konsep diri yang sehat. Melalui BRUS, kami memberikan edukasi mengenai pendewasaan usia pernikahan dan pencegahan stunting dari hulu,” ujar ketua Pokjaluh.
Pihak SMAN 1 Banjarnegara menyambut baik kolaborasi ini. Kepala Sekolah menyampaikan bahwa kehadiran penyuluh dari Kemenag sangat membantu dalam mengisi kegiatan keagamaan seperti:
* Pesantren Progresif Ramadhan: Pendampingan intensif selama bulan puasa.
* Kajian Rutin Rohis: Memberikan pemahaman agama yang moderat dan inklusif.
* Konseling Keagamaan: Menyediakan ruang diskusi bagi siswa yang memerlukan arahan spiritual.
Melalui koordinasi ini, diharapkan muncul sinergi yang kuat antara kurikulum sekolah dengan pembinaan mental agama. Program ini direncanakan akan menyasar seluruh siswa kelas X dan XI sebagai bagian dari penguatan Profil Pelajar Pancasila yang beriman dan bertakwa.







