Banjarnegara (Humas) – Tim Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program KUA-PEU (Pemberdayaan Ekonomi Umat) di Kabupaten Banjarnegara, Senin (11/8/2025).
Bertempat di Ruang Rapat VIP Kantor Kemenag Kabupaten Banjarnegara, kegiatan ini dihadiri oleh Tim Penais Zawa Kanwil Kemenag Jateng, Plt. Gara Zawa Kemenag Banjarnegara Hj. Yuni Azizah beserta tim, serta para Penyuluh Agama Islam pendamping program dari tiga KUA kecamatan, yakni KUA Karangkobar, KUA Rakit, dan KUA Purwanegara.
Program KUA-PEU merupakan kolaborasi antara Kementerian Agama dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang pembiayaannya ditanggung bersama BAZNAS dan LAZ. Di Kabupaten Banjarnegara, KUA
Karangkobar dan KUA Rakit telah menjalankan program ini sejak Januari 2025 bekerja sama dengan BAZNAS RI. Sementara KUA Purwanegara bekerja sama dengan LAZ MKU, namun realisasinya belum berjalan karena bantuan belum cair.
Dalam arahannya, Dasirin, dari Penaiszawa Kanwil, menyampaikan bahwa penerima manfaat (PM) yang berusia muda dan memiliki usaha layak untuk didukung modal usaha, agar mampu menghasilkan keuntungan yang kemudian diinfakkan kembali. “Dana infak yang terkumpul ini dapat diputar kembali untuk pemberdayaan, sehingga jumlah penerima manfaat bisa terus bertambah,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa karena dana ini bersumber dari zakat, tujuan utama program adalah meningkatkan taraf hidup penerima manfaat hingga mampu mandiri secara ekonomi. “Harapannya, mereka yang awalnya mustahik bisa bertransformasi menjadi muzaki atau munfiq,” tambahnya.
Plt. Gara Zawa Kemenag Banjarnegara, Hj. Yuni Azizah, juga berpesan agar penyuluh dapat mengedukasi penerima manfaat untuk berpartisipasi dalam infak dan sedekah. “Dengan begitu, akan ada efek berganda, penerima manfaat bukan hanya mandiri tapi juga mampu membantu orang lain,” ungkapnya.
Dalam sesi laporan, Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, Duwi Rohmah, menyampaikan bahwa perkembangan 10 penerima manfaat di wilayahnya secara umum positif dengan peningkatan omzet usaha.
Dari KUA Rakit, Fatma Kurnianingsih melaporkan perkembangan bervariasi dengan naik-turunnya omzet usaha penerima manfaat.
Sementara Anugerah Windu dari KUA Purwanegara menyampaikan bahwa program di wilayahnya belum berjalan karena bantuan belum terealisasi.
Kegiatan monev ini menjadi momentum penting untuk menguatkan sinergi antara Kemenag, BAZNAS, LAZ, dan penyuluh agama dalam mengawal keberhasilan program pemberdayaan ekonomi umat agar tepat sasaran dan berkelanjutan. (dr/ azd)







