Banjarnegara (Humas) – Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia MTs Negeri 1 Banjarnegara adakan berbagai lomba yang diikuti oleh seluruh siswa. Berbagai rangkaian perlombaan tidak hanya bertujuan untuk meramaikan dan memberi hiburan tetapi juga menumbuhkan semangat nasionalisme, meningkatkan kekompakan dan sportivitas, serta mempererat rasa persaudaraan dan kebersamaan di lingkungan madrasah. (15/8)
Jum’at pagi hari setelah semua siswa melaksanakan sholat dhuha bersama di masjid, berbondong-bondong mereka memasuki halaman. Mulai mempersiapkan diri mengikuti berbagai lomba. Setelah pembukaan lomba dilangsungkan, Daud (Ketua Osim) memandu langsung jalannya lomba. Satu persatu dijelaskan apa saja lomba yang akan dilaksanakan. “.. untuk hari ini akan diadakan beberapa perlombaan, diantaranya lomba Ular Naga, Bola Beracun dan Lempar Bom..” jelas Daud.
Perlombaan Ular Naga yang diikuti oleh siswa perempuaan. “Pelaksanaan lomba Ular Naga adalah dengan 1 anak paling depan membawa sunduk kecil, 1 anak paling belakang membawa balon.” Jauza menjelaskan kepada calon peserta lomba. “Sistem permainan adalah 1 melawan 1 dengan ketentuan pemenang adalah tim yang berhasil memecahkan balon tim lawan dengan cepat.” lanjut Jauza.
Acara yang dipusatkan di halaman madrasah ini dipenuhi gelak tawa dan sorak sorai dari para peserta dan penonton. Lomba Ular Naga menjadi pembuka yang menarik, di mana setiap kelompok siswa harus bekerja sama untuk menjadi yang tercepat.
“Lomba kedua adalah Bola beracun yang diikuti oleh siswa laki-laki. Pelaksanaan lomba Bola beracun yaitu diikuti oleh 2 tim, kemudian peserta secara tim harus melempar bola kepada tim lawan” Pemenangnya adalah yang berhasil mengeliminasi seluruh peserta tim. Lomba Bola Beracun menguji ketangkasan siswa dalam melempar juga gesit dalam menghindari lemparan air dari tim lawan. bukan sekadar lempar bola, ini tentang strategi dan kecepatan.
“Lomba ketiga yaitu Lempar Bom, pada lomba ini diikuti oleh siswa laki-laki dan perempuan. Semua peserta duduk/ jongkok berjajar menghadap depan, salah satu mengambil bungkusan air untuk kemudian dilempar ke peserta di belakang tanpa menoleh.” Jelas Daud ketika menerangkan tata cara perlombaan. Peserta paling belakang menampung bungkusan air di wadah/ember kosong. Seperti bom yang dibawa, bungkusan air itu tidak boleh jatuh atau akan “meledak” juga harus secara cepat dibawa ke tember kosong sebagai “tempat aman”.
Seluruh siswa baik yang menonton atau yang sedang bermain sangat antusias mengikuti jalannya lomba, disini mereka tertawa dengan lepas, menceminkan kemerdekaan dalam menikmati kebahagiaan. Mereka yang bermain saling tak gentar untuk menyerah begitu saja. Mereka berjuang sepenuhnya untuk menang, tentunya dengan suportif dan yang terpenting mereka mendapatkan semangat kebersamaan.
Salah satu siswa Evan bercerita pengalamanya mengikuti lomba, meskipun kelasnya kalah tetapi dia sangat bahagia karena dapat bermain bersama. “..seru banget tadi mainnya, meskipun kelas saya kalah tapi tetap seneng bisa ikut main bareng, seru-seruan sama yang lain.” Ungkap Evan
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta suasana kebersamaan yang menyenangkan Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus merupakan momen bersejarah untuk mengenang jasa para pahlawan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. Tradisi mengadakan berbagai lomba menjadi sarana sekaligus membangun semangat nasionalisme di lingkungan madrasah. (Han/La)
