Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja di Ponpes Nurudzolam: Kolaborasi Puskesmas dan KUA Wanayasa

Banjarnegara (Humas) – Pondok Pesantren Nurudzolam menggelar kegiatan penyuluhan dengan tema Kesehatan Reproduksi Remaja pada Jumat (22/08), yang diikuti para santri putra maupun putri. Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Puskesmas Wanayasa 2 yakni Kus Andarini dan Ida Cahyaningsih, serta Penyuluh Agama Islam KUA Wanayasa, Siti Khafidzoh dan Tri Isiyawati.

Dalam penyuluhan ini, para santri mendapatkan pengetahuan penting tentang kesehatan reproduksi, pubertas, serta dampak pergaulan bebas terhadap masa depan remaja. Materi tidak hanya disampaikan dari sisi kesehatan medis, tetapi juga diperkuat dengan sudut pandang agama Islam.

Ibu Kus dari Puskesmas Wanayasa 2 menjelaskan bahwa pemahaman kesehatan reproduksi sejak dini sangat penting untuk mencegah masalah di kemudian hari.

“Remaja perlu memahami perubahan tubuhnya dan menjaga kesehatan reproduksinya. Dengan bekal ilmu ini, diharapkan mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ida yang menekankan pentingnya pencegahan pernikahan dini.

“Menunda pernikahan sampai usia yang matang adalah bentuk ikhtiar menjaga kesehatan fisik maupun mental. Santri harus memiliki cita-cita dan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” tuturnya.

Sementara itu, Ibu Tri Isiyawati selaku Penyuluh Agama Islam KUA Wanayasa menambahkan bahwa Islam mengajarkan pentingnya menjaga diri (hifdzun nafs) dan menjaga kehormatan (hifdzul ‘ird).

“Kesehatan reproduksi bukan hanya urusan medis, tapi juga bagian dari ibadah. Menjaga diri dari hal-hal yang dilarang agama merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT,” jelasnya.

Siti Khafidhoh turut memberikan motivasi kepada para santri agar mampu menjadi generasi yang kuat secara iman dan ilmu.

“Santri harus bisa menjadi contoh di tengah masyarakat. Dengan memahami kesehatan reproduksi, mereka bukan hanya menjaga diri sendiri, tapi juga bisa mengajak teman sebaya untuk hidup sehat sesuai tuntunan agama,” ungkapnya.

Penyuluhan ini disambut antusias oleh para santri. Dengan adanya kolaborasi antara tenaga medis dan penyuluh agama, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang sehat, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman. (sk/tu)