Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani melalui kegiatan halaqah kelas unggulan Tahfiz. Pada Rabu (10/9), kegiatan halaqah rutin kembali digelar dengan penuh semangat diikuti oleh seluruh siswa kelas unggulan Tahfiz. Kegiatan ini dilaksanakan sejak pukul 07.00 hingga 07.55 WIB di ruang-ruang kelas dan di masjid Darul Ulum MTs Negeri 1 Banjarnegara dengan pola pembinaan yang terarah dan berkesinambungan.
Koordinator kelas unggulan Tahfiz, Khoirul Mahbub Alhafidz, menjelaskan bahwa kegiatan halaqah ini bukan hanya rutinitas biasa, tetapi merupakan bagian dari strategi madrasah untuk memastikan tercapainya target hafalan Al-Qur’an yang telah ditetapkan sesuai tingkat kelas.
“Siswa kelas VII ditargetkan menghafal 1 hingga 2 juz, kelas VIII 3 sampai 4 juz, dan kelas IX mencapai 5 juz mutqin. Untuk memastikan target ini tercapai, kami tidak hanya mengandalkan setoran harian, tetapi juga melaksanakan evaluasi seperti Imtihan Tahfiz Bulanan (ITB) dan Ujian Tahfiz Akhir Semester (UTAS). Semua hasilnya dilaporkan dalam bentuk rapor khusus hafalan,” ungkap Khoirul.
Ia menambahkan, kegiatan halaqah disusun dengan lima langkah utama yang harus diikuti setiap pertemuan, yaitu pembukaan dan doa, persiapan setoran hafalan baru, setoran hafalan baru (ziyadah), muroja’ah, serta penutup doa dan evaluasi singkat.
“Dengan pola ini, siswa tidak hanya fokus menambah hafalan baru, tetapi juga menguatkan hafalan lama agar lebih mutqin,” lanjutnya.
Ustadz Anam, salah satu pengampu Tahfiz, mengungkapkan bahwa antusiasme siswa dalam halaqah semakin meningkat dari waktu ke waktu. Ia menilai disiplin waktu dan semangat murid menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.
“Kami selalu berusaha memotivasi anak-anak agar memanfaatkan waktu yang singkat ini secara maksimal. Meski hanya sekitar 55 menit setiap hari, kalau dikelola dengan baik, hasilnya sangat luar biasa. Saya sering tekankan bahwa menjaga hafalan lebih sulit daripada menambah, maka muroja’ah tidak boleh ditinggalkan,” ujarnya.
Senada dengan itu, ustadzah Adel, pengampu lainnya, menambahkan bahwa kegiatan halaqah bukan hanya soal menambah hafalan, tetapi juga mendidik karakter dan kedisiplinan siswa. Menurutnya, kebiasaan bangun pagi, disiplin hadir, dan konsistensi menyetorkan hafalan secara rutin membentuk pribadi siswa yang bertanggung jawab.
“Di kelas unggulan Tahfiz ini, anak-anak dilatih bukan hanya sebagai penghafal Al-Qur’an, tetapi juga calon pemimpin yang berakhlak Qur’ani. Setiap pagi mereka belajar doa, muroja’ah bersama, dan menyetorkan hafalan dengan adab yang baik. Nilai-nilai ini yang ingin kami tanamkan,” tuturnya.
Salah satu siswa Tahfiz kelas IX, Gani, menyampaikan pengalamannya mengikuti kegiatan halaqah. Ia mengaku bahwa meski awalnya cukup berat, lama-kelamaan halaqah menjadi rutinitas yang dinanti setiap pagi.
“Alhamdulillah sekarang saya sudah hampir menyelesaikan 3 juz meski belum sesuai target kelas IX. Tantangan terbesarnya memang muroja’ah, karena kalau tidak diulang bisa cepat lupa. Tapi dengan adanya halaqah setiap hari, saya jadi lebih termotivasi. Rasanya juga senang bisa setor hafalan di depan teman-teman dan guru,” ujar Gani penuh semangat.
Kegiatan halaqah di MTs Negeri 1 Banjarnegara mendapat dukungan penuh dari pihak madrasah. Dengan jadwal yang sudah tertata, Senin pukul 07.00–08.30 WIB dan Selasa hingga Kamis pukul 07.00–07.55 WIB, seluruh siswa dibiasakan untuk memulai hari dengan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an. Hal ini diharapkan tidak hanya menambah hafalan, tetapi juga membawa keberkahan dalam setiap proses belajar mengajar.
Dengan pola pembinaan yang sistematis, evaluasi berjenjang, serta dukungan dari guru dan orang tua, MTs Negeri 1 Banjarnegara optimistis dapat terus melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang mutqin.
“InsyaAllah, dengan kesungguhan anak-anak, bimbingan ustadz dan ustadzah, serta doa dari semua pihak, target hafalan ini bisa tercapai bahkan melampaui harapan,” pungkas Khoirul Mahbub Alhafidz menutup pernyataan. (Fy/La)
