KUA Mandiraja dan Tokoh Agama Desa Somawangi Mantapkan Persiapan Kampung Moderasi

Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Mandiraja melalui jajaran Penyuluh Agama Islam terus menguatkan komitmen dalam mewujudkan masyarakat yang rukun, damai, dan menjunjung tinggi nilai moderasi beragama. Salah satu langkah nyata diwujudkan dengan mengadakan koordinasi bersama tokoh agama Islam Desa Somawangi, sebagai bagian dari persiapan kegiatan Penguatan Kampung Moderasi yang akan digelar pada Selasa, 16 September 2025 mendatang. (12/9)

Pertemuan yang berlangsung hangat ini dihadiri langsung oleh Penyuluh Agama Islam Mandiraja, yang melakukan kunjungan ke kediaman tokoh agama setempat. Dalam diskusi tersebut, dibicarakan berbagai hal mulai dari konsep kegiatan, keterlibatan masyarakat, hingga langkah-langkah strategis agar program ini benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat Desa Somawangi.

Kepala KUA Mandiraja, Irfan Sulastono, menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pemerintah dan tokoh agama dalam mengawal terwujudnya kampung moderasi.

“Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya kami meneguhkan nilai moderasi beragama di tengah masyarakat. Sinergi antara KUA, penyuluh, dan tokoh agama adalah kunci agar Desa Somawangi benar-benar menjadi kampung yang rukun, damai, dan penuh kebersamaan,” ungkap Irfan.

Sementara itu, tokoh agama Islam Desa Somawangi, Tarsun, menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh atas inisiatif ini.

“Kami dari para tokoh agama siap mendukung sepenuhnya. Dengan adanya penguatan kampung moderasi, masyarakat Somawangi diharapkan semakin kuat dalam ukhuwah Islamiyah sekaligus terbuka dalam menjalin persaudaraan dengan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Hendriyanto, salah satu Penyuluh Agama Islam yang turut hadir dalam kunjungan koordinasi ini, menambahkan bahwa peran penyuluh adalah menjadi penghubung sekaligus pendamping masyarakat dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.

 “Kami berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, menguatkan pemahaman agama yang menyejukkan, sekaligus membimbing agar warga dapat hidup berdampingan dengan penuh toleransi. Desa Somawangi memiliki potensi besar menjadi contoh kampung moderasi, dan kami siap mendampingi proses tersebut,” tutur Hendriyanto.

Melalui koordinasi awal ini, diharapkan kegiatan Penguatan Kampung Moderasi Desa Somawangi dapat terlaksana dengan sukses, memberi manfaat nyata, serta menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di wilayah Mandiraja dan sekitarnya.

Skip to content