Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka memperkuat ketahanan keluarga dan menciptakan masyarakat yang harmonis, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja menggulirkan Program Bimbingan Keluarga Sakinah di lima desa secara bergilir, yakni Mandiraja Wetan, Kebakalan, Somawangi, Mandiraja Kulon, dan Kaliwungu. Setiap desa menjadi tuan rumah kegiatan selama satu hari penuh, diikuti oleh 20 pasangan suami istri dengan usia pernikahan 1–10 tahun.
Program ini merupakan bentuk nyata sinergi antara KUA Mandiraja, pemerintah desa setempat, serta dukungan dari Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan. Para peserta mendapat pembekalan seputar keharmonisan rumah tangga, kesehatan keluarga, serta strategi mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Kepala KUA Mandiraja, Irfan Sulastono, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi prioritas dalam membina ketahanan keluarga di era modern yang penuh tantangan.
“Keluarga adalah pondasi bangsa. Melalui bimbingan ini, kami ingin memberikan ruang bagi pasangan untuk belajar bersama, memperkuat komunikasi, dan membangun ketahanan rumah tangga yang sehat dan harmonis,” jelasnya.
Setiap kepala desa yang wilayahnya menjadi tuan rumah menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai program ini bukan hanya berdampak pada keluarga peserta, tetapi juga menciptakan efek domino yang baik bagi kehidupan sosial masyarakat.

Plt. Kepala Desa Kebakalan, Umi Tri Hikmawati, mengungkapkan rasa bangga desanya dipercaya sebagai lokasi kegiatan.
“Semoga para peserta bisa menerapkan ilmu yang diperoleh dan menjadi panutan di masyarakat,” tuturnya.
Senada, Kepala Desa Somawangi, Sigro Pranantiyo, menyebut bahwa keluarga harmonis adalah fondasi utama lingkungan yang damai.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, H. Karsono, turut memberikan apresiasi dan menegaskan bahwa program ini merupakan investasi sosial jangka panjang.
“Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi tangguh. Melalui program ini, kami berupaya menekan persoalan sosial dan perceraian, serta membangun masyarakat yang berkarakter,” ujarnya.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja, Hendriyanto, menjelaskan bahwa metode penyampaian dibuat interaktif dan partisipatif, agar peserta mudah memahami dan menerapkannya.
“Kami tidak hanya menyampaikan materi, tapi juga mengajak peserta berdiskusi, berbagi pengalaman, hingga simulasi langsung. Harapannya, ilmu yang diperoleh bisa langsung diterapkan di rumah,” katanya.

Dengan dukungan lintas sektor, Program Bimbingan Keluarga Sakinah ini diharapkan mampu membentuk keluarga-keluarga yang tidak hanya harmonis dan sehat, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan zaman di wilayah Banjarnegara. (H/M, azd)
