Banjarnegara (Humas) – Yulis selaku Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum, menggelar kegiatan bimbingan dan penyuluhan dengan tema “Cara Mendidik Akhlak Anak secara Islam” di TK Pertiwi Sirongge. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan waktu luang para wali murid yang tengah menunggu putra-putrinya mengikuti proses belajar di sekolah, sekaligus memberikan bekal pengetahuan yang berguna dalam mendidik anak-anak sesuai nilai-nilai Islam. (23/9)
Kegiatan yang berlangsung di halaman TK Pertiwi Sirongge ini dipilih agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar anak-anak di dalam kelas. Suasana yang terbuka dan santai menjadikan para wali murid merasa nyaman mengikuti penyuluhan yang diisi dengan materi-materi edukatif dan interaktif.
Dalam kesempatan tersebut, Yulis menyampaikan bahwa pendidikan akhlak merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, peran orang tua sangat krusial karena pendidikan akhlak dimulai dari lingkungan keluarga. “Kita sebagai orang tua adalah madrasah pertama bagi anak-anak kita. Jika bukan dari rumah, dari mana lagi mereka akan belajar akhlak? Pendidikan agama dan akhlak yang kuat akan menjadi bekal utama anak menghadapi tantangan kehidupan,” tegas Yulis di hadapan para wali murid.

Para wali murid yang hadir tampak sangat antusias. Mereka aktif bertanya dan berbagi pengalaman terkait tantangan dalam mendidik anak-anak di rumah, terutama dalam menerapkan nilai-nilai Islami di tengah perkembangan zaman yang cepat. Diskusi berjalan hangat dan memberikan wawasan baru bagi para peserta.
Selain itu, Yulis juga mengingatkan bahwa kolaborasi antara sekolah dan keluarga sangat penting dalam mendukung proses pendidikan anak secara menyeluruh. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin untuk memperkuat peran orang tua sebagai pendidik utama di rumah.
“Pendidikan karakter tidak cukup hanya diberikan di sekolah, tapi harus didukung oleh keluarga agar anak tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan beriman,” tambah Yulis.
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini menjadi contoh positif bagaimana waktu tunggu para wali murid saat menunggu anak-anak belajar dapat dimanfaatkan secara produktif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mendidik anak. Dengan demikian, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dengan akhlak yang baik dan menjadi generasi yang berkualitas. (ev, azd)







