Banjarnegara – Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas 5D MIFABARA pada pekan ini berlangsung dengan cara yang unik dan menyenangkan. Mengangkat materi tentang kegiatan ekonomi, guru kelas 5D, Nani, mengajak siswa untuk tidak sekadar memahami teori di dalam buku, melainkan juga mengalami langsung praktik kegiatan ekonomi melalui simulasi.(30/9)
Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok berperan sebagai produsen dengan membuat berbagai hasil produksi sederhana. Ada yang membuat minuman es lumut segar, keripik singkong gurih, serta beberapa jajanan lainnya. Proses produksi dilakukan secara mandiri oleh anak-anak. Mereka saling bekerja sama menyiapkan bahan, mengolah, hingga menyajikan produk siap jual.
Tahap selanjutnya adalah distribusi. Anak-anak berkeliling ke kelas lain untuk menawarkan produk yang sudah dibuat. Suasana kelas berubah menjadi riuh dan penuh semangat, layaknya sebuah pasar kecil. Anak-anak dengan percaya diri mempromosikan hasil produksinya kepada teman-teman dari kelas lain. Hebatnya, dalam waktu lima menit saja seluruh produk yang ditawarkan habis terjual. Hal ini menambah rasa bangga sekaligus pengalaman nyata bagi mereka sebagai produsen.
Salah satu siswa kelas 5D, Vivi, mengaku sangat senang dengan pengalaman ini. “Kegiatan ini membuat saya terinspirasi untuk menjadi pengusaha. Ternyata seru sekali bisa membuat sekaligus menjual hasil karya sendiri,” tuturnya dengan penuh semangat. Sementara itu, Nanang, yang berperan sebagai konsumen, menyampaikan kesannya, “Hasil produksi anak kelas 5D enak, saya ketagihan dan ingin menjadi pelanggan tetapnya.”
Kegiatan ini tak lepas dari peran Nani, wali kelas 5D, Ia menuturkan bahwa metode pembelajaran seperti ini diharapkan dapat membantu siswa lebih mudah memahami materi. “Anak-anak jadi tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan langsung bagaimana proses kegiatan ekonomi berjalan. Ini dapat menginspirasi mereka ketika dewasa nanti,” jelasnya.
Lebih dari sekadar praktik belajar, kegiatan ini berhasil menumbuhkan berbagai keterampilan penting, seperti kerja sama, kreativitas, jiwa wirausaha, serta rasa percaya diri. Anak-anak juga belajar bahwa setiap tahap kegiatan ekonomi, mulai dari produksi, distribusi, hingga konsumsi, memiliki peran penting dan saling berkaitan.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, mereka membawa pengalaman yang berkesan dan inspiratif. Mereka belajar bahwa menjadi pengusaha bukan sekadar impian, tetapi bisa dimulai dari langkah kecil sejak dini.(nas)







