Peduli Sesama, Siswa Kelas 5D MIFABARA Wujudkan Nilai Pancasila dengan Menjenguk Teman Sakit

Banjarnegara – Nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya sebatas dipelajari di buku pelajaran, tetapi juga perlu diamalkan dalam kehidupan nyata. Salah satu contohnya ditunjukkan oleh siswa kelas 5D MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) yang menerapkan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, melalui kegiatan menjenguk teman sekelas mereka, Anisa, yang sedang sakit.(3/10)

Kegiatan ini berawal dari rasa prihatin para siswa terhadap kondisi Anisa yang sudah beberapa hari tidak masuk sekolah. Dengan penuh rasa peduli, mereka bersama wali kelas berinisiatif untuk mengunjungi rumah sang teman. Sebelum berangkat, siswa mengumpulkan iuran secara sukarela untuk dibelikan buah tangan sederhana sebagai tanda perhatian.

Setibanya di rumah Anisa, anak-anak memberikan doa dan dukungan moral agar cepat sembuh. Suasana penuh kehangatan tercipta ketika teman-teman sekelas menyampaikan ungkapan rindu dan semangat agar Anisa segera bisa kembali belajar serta bermain bersama di sekolah. Kegiatan sederhana ini menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi Anisa maupun keluarganya.

Wali kelas 5D menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pembelajaran berharga tentang pengamalan Pancasila secara nyata. “Anak-anak belajar menghidupkan nilai sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, serta sila ketiga, Persatuan Indonesia. Mereka sadar bahwa peduli kepada sesama adalah wujud dari persaudaraan dan kebersamaan yang harus terus dipupuk sejak dini,” tuturnya.

Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah, juga memberikan apresiasi. Menurutnya, kegiatan menjenguk teman sakit merupakan contoh konkret pendidikan karakter yang sejalan dengan visi madrasah. “Kami bangga dengan siswa-siswi MIFABARA yang mampu menerapkan nilai Pancasila dalam tindakan nyata. Melalui kegiatan ini, terutama penerapan sila kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, anak-anak belajar berempati, menghargai, dan memperlakukan sesama dengan penuh kasih sayang,” ujarnya.

Orang tua Anisa menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kepedulian teman-teman putrinya. “Kami sangat tersentuh dengan kedatangan anak-anak dan guru. Perhatian seperti ini memberi semangat besar bagi Anisa untuk segera sembuh,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan ini, siswa diharapkan dapat semakin terbiasa menumbuhkan sikap gotong royong, kepedulian, dan solidaritas sosial. Meski sederhana, menjenguk teman sakit merupakan langkah nyata dalam melatih kepekaan serta membiasakan diri untuk selalu berbuat baik. Inilah pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.(nas)