Mengenalkan Islam Sejak Dini, Penyuluh Agama Islam Pandanarum Beri Pembinaan untuk Wali Murid TK Pertiwi Sirongge

Banjarnegara (Humas) – Pendidikan agama bukan hanya tugas lembaga pendidikan formal, melainkan berawal dari rumah sebagai lingkungan pembentukan karakter pertama bagi anak. Menyadari hal tersebut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum yaitu Yulis kembali menyapa masyarakat melalui program penyuluhan yang kali ini menyasar wali murid TK Pertiwi Sirongge.

Kegiatan berlangsung pada hari Senin (06/10) pukul 08.00–09.30 WIB di halaman sekolah, dan diikuti oleh 34 wali murid. Penyuluhan ini mengangkat tema “Cara-Cara Sederhana Mengenalkan Anak kepada Agama Islam Sejak Dini”, yang dirancang untuk memberikan wawasan dan keterampilan dasar kepada para orang tua dalam mendidik anak-anak mereka dengan nilai-nilai Islam sejak usia dini.

Dalam sambutannya, Yulis menekankan pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam pendidikan keagamaan anak. Ia menyampaikan bahwa masa usia dini adalah fase emas (golden age) dalam perkembangan anak, di mana nilai-nilai dasar kehidupan, termasuk keimanan dan akhlak, paling mudah ditanamkan.

“Sering kali orang tua menyerahkan pendidikan agama sepenuhnya kepada guru di sekolah atau guru ngaji, padahal fondasi utama dibentuk di rumah. Anak belajar dari apa yang mereka lihat dan dengar setiap hari, terutama dari orang tuanya,” ujar Yulis.

Yulis juga menambahkan bahwa pendekatan ini harus dilakukan dengan kasih sayang, kesabaran, dan tanpa paksaan, agar anak mencintai ajaran Islam bukan karena takut, tetapi karena merasa nyaman dan dicintai.

Suasana penyuluhan berlangsung akrab dan interaktif. Para wali murid tampak lebih antusias dibandingkan pertemuan sebelumnya. Banyak di antara mereka yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman, terutama tentang tantangan mendidik anak di era digital saat ini.

Beberapa peserta mengungkapkan bahwa mereka selama ini merasa bingung bagaimana mengenalkan agama kepada anak secara alami dan menyenangkan. Dengan penyuluhan ini, mereka mengaku mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan merasa lebih percaya diri dalam membimbing anak di rumah.

“Saya kira harus menunggu anak bisa membaca Al-Qur’an dulu, ternyata sejak kecil pun kita bisa mulai dari hal-hal sederhana. Ini membuka pikiran saya,” ujar salah satu wali murid.

Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa dakwah dan bimbingan keagamaan bisa dilakukan dengan pendekatan yang membumi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya para orang tua yang tengah mendampingi anak-anak mereka tumbuh di tengah tantangan zaman. (ev)

Skip to content