Banjarnegara (Humas) -Suasana haru dan khidmat menyelimuti pelataran Masjid Al-Fatah, Desa Bondolharjo, Kecamatan Punggelan, pada Kamis (6/11) saat berlangsungnya akad nikah antara seorang pria berkewarganegaraan Portugal dengan wanita asal Desa Bondolharjo Kecamatan Punggelan. Prosesi pernikahan ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Punggelan selaku penghulu, menandai momen istimewa dalam bingkai cinta lintas budaya dan negara.
Pengantin pria, yang saat ini berdomisili di Spanyol, memilih untuk melangsungkan pernikahan secara resmi di tanah kelahiran mempelai wanita. Dengan mengenakan busana nasional yang elegan, kedua mempelai tampak penuh kebahagiaan saat menjalani prosesi ijab qabul yang dilaksanakan dalam Bahasa Indonesia—sebuah bentuk penghormatan terhadap budaya dan hukum yang berlaku di Indonesia.
Prosesi berlangsung lancar dan penuh kekhidmatan, disaksikan oleh keluarga besar kedua mempelai serta tokoh masyarakat setempat. Kepala KUA Punggelan, yang juga bertindak sebagai penghulu, menyampaikan apresiasi atas kesiapan administrasi dan komitmen kedua belah pihak dalam memenuhi persyaratan pernikahan campuran sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Pernikahan ini menjadi bukti bahwa cinta mampu melintasi batas geografis dan budaya, selama dilandasi niat baik dan kepatuhan terhadap aturan,” ujar beliau dalam sambutannya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sederhana, mencerminkan kesederhanaan namun sarat makna dari peristiwa sakral ini. Pernikahan ini tidak hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menjadi simbol persaudaraan antarbangsa yang harmonis di tengah masyarakat Desa Bondolharjo.
(SNi/ azd)







