Banjarnegara – Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memperluas jangkauan ke sekolah/ madrasah secara bertahap. Salah satunya MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) yang sudah kurang lebih dua pekan ini siswanya mendapatkan MBG. Hal ini cukup membuat siswa sangat antusias ketika menantikan datangnya MBG ketika menjelang jam istirahat tiba.
Sesuai dengan informasi yang disampaikan sebelumnya bahwa mulainya ada MBG di MIMAU, siswa harus membawa sendok dan garpu dari rumah setiap hari guna sebagai alat makan anak-anak di kelas. Sendok dan garpu tersebut diharapkan orang tua menyiapkan setiap hari agar anak-anak juga belajar disiplin dan tanggung jawab dalam penerapan sehari-hari. Dari hal itu anak-anak mendapatkan pembelajaran karakter secara perlahan melalui praktek di kegiatan harian baik itu dirumah dan dikelas atau lingkungan sekolah.
Sejak adanya program MBG di MIMAU sampai dengan Kamis kemarin, kelas 1C mempraktekkan tanggung jawab pembiasaan cuci tangan sebelum makan dan cuci sendok garpu setelah digunakan untuk makan.(6/11)
Nuri Fatimah yang merupakan wali kelas 1C meminta kepada orang tua murid untuk mengajarkan kebiasaan mencuci tangan sebelum makan. Ia menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mengingatkan hal tersebut dikegiatan sehari-hari kepada anak-anak.
“biasakan anak-anak harus cuci tangan dengan sebaik-baiknya sebelum makan, pastikan pembiasaan ini terlaksana dengan baik dan diterapkan guna pembentukan tanggung jawab terhadap kesehatan diri sendiri,” jelas Nuri panggilan akrabnya di MIMAU.
Wahyul Khomisah selaku kepala madrasah juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua murid.
“Kita harus mendidik juga, karena anak-anak sering merasa tangannya sudah dicuci. Kita sebagai guru dan orang tua tidak boleh malas untuk selalu mengingatkan mereka,”jelas Yul panggilan akrab beliau dihadapan guru-guru MIMAU.
Sejak program MBG diluncurkan pada 6 Januari 2025, hingga kini sudah 36,7 juta orang menerima manfaat program tersebut. Harapannya semoga kedepannya lebih baik laik, entah dari segi pelayanan, menu, kebersihan dan lainnya lagi. Agar hasilnya pun sesuai dengan rencana pengadaan program tersebut yaitu untuk meningkatkan status gizi masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil serta menyusui, guna mengurangi masalah malnutrisi dan stunting. (NF)







