Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pagentan, Alfiana Nurhidayah, memberikan penyuluhan bertema “Wanita Mulia dalam Islam” kepada Majelis Taklim ‘Aisyiyah Ranting Purbasana, Desa Kasmaran. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Muhammadiyah Desa Kasmaran dihadiri oleh puluhan anggota majelis taklim serta Ketua Ranting ‘Aisyiyah, Ibu Turiyah.
Penyuluhan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman para ibu majelis taklim mengenai peran dan kemuliaan wanita dalam perspektif Islam. Alfiana menyampaikan bahwa Islam memuliakan wanita dalam berbagai aspek kehidupan, baik sebagai ibu, istri, maupun anggota masyarakat.
Kegiatan ini dipimpin oleh Alfiana Nurhidayah sebagai narasumber utama. Hadir pula Turiyah selaku Ketua Ranting ‘Aisyiyah Purbasana, yang turut memberikan sambutan dan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.
Penyuluhan dilaksanakan pada Senin (10/11/2025), di Gedung Muhammadiyah Desa Kasmaran, Kecamatan Pagentan.
Menurut Alfiana, penyuluhan ini penting untuk membangun kesadaran perempuan Muslim tentang identitas dan peran strategis mereka dalam keluarga dan masyarakat. “Wanita dalam Islam bukan hanya pelengkap, tetapi pilar utama dalam membangun peradaban,” ujar Alfiana dalam sesi penyuluhan.
Kegiatan berlangsung interaktif, dimulai dengan pembukaan oleh Turiyah, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Alfiana, dan ditutup dengan sesi tanya jawab. Para peserta tampak antusias, banyak yang mengajukan pertanyaan seputar peran wanita dalam Islam dan tantangan yang dihadapi di era modern.
Turiyah dalam sambutannya menyampaikan, “Kami sangat bersyukur atas kehadiran Bu Alfiana. Materi ini sangat relevan dan memberi semangat baru bagi ibu-ibu majelis taklim untuk terus belajar dan berkontribusi.”
Alfiana juga menekankan pentingnya meneladani sosok wanita mulia dalam sejarah Islam seperti Khadijah, Aisyah, dan Fatimah. “Mereka adalah contoh nyata bagaimana wanita bisa menjadi pendidik, pemimpin, dan pendukung dakwah yang luar biasa,” tuturnya.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan harapan agar penyuluhan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala untuk memperkuat keimanan dan wawasan keislaman para anggota majelis taklim.
(an/ azd)







