Banjarnegara – Pendidik dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ibtidaiyah Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2025. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan non-PNS yang belum bersertifikasi.(27/12)
BSU Kemenag 2025 menjadi angin segar bagi para guru dan tendik MIFABARA yang selama ini mengabdikan diri dalam dunia pendidikan dengan penuh dedikasi. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi sekaligus menjadi penyemangat dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di madrasah.
Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Durotun Nafisah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian pemerintah melalui Kementerian Agama. Menurutnya, program BSU ini sangat berarti bagi para guru dan tenaga kependidikan yang belum mendapatkan tunjangan profesi. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Agama Republik Indonesia atas kepedulian terhadap kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan non-PNS dan belum bersertifikasi. Bantuan ini sangat membantu dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan pengabdian di madrasah,” ujarnya.
Salah satu guru MIFABARA juga mengungkapkan rasa haru dan syukur atas diterimanya BSU tersebut. Ia menilai bantuan ini bukan hanya bernilai materi, tetapi juga sebagai bentuk pengakuan atas peran guru dalam mencerdaskan generasi bangsa. “Kami merasa diperhatikan dan dihargai. Semoga program seperti ini terus berlanjut karena sangat berdampak bagi semangat kami dalam mendidik anak-anak,” tuturnya.
Senada dengan itu, perwakilan tenaga kependidikan, Vivi menyampaikan bahwa BSU Kemenag menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung keberlangsungan pendidikan madrasah, khususnya bagi GTK yang belum memiliki status PNS maupun sertifikasi.
Melalui program BSU Kemenag 2025 ini, keluarga besar MIFABARA berharap kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan semakin meningkat, sehingga mampu memberikan pelayanan pendidikan yang lebih optimal, profesional, dan berkarakter Islami kepada peserta didik.
Madrasah juga mendoakan agar Kementerian Agama senantiasa diberikan kekuatan dan keberkahan dalam menjalankan amanah untuk memajukan pendidikan Islam di Indonesia. (nas)






