Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka meningkatkan efektivitas pembinaan dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, Penyuluh Agama Islam Pandanarum melaksanakan kegiatan pendataan Potensi Wilayah di desa binaan masing-masing. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memetakan kembali wilayah dakwah sebagai dasar penyusunan program penyuluhan keagamaan yang lebih terarah dan berkelanjutan pada tahun 2026. (19/1)
Pendataan potensi wilayah ini meliputi identifikasi kondisi sosial-keagamaan masyarakat, keberadaan dan peran Masjid, Mushala, Majelis Taklim, TPQ, Madrasah Diniyah, Tokoh Agama, serta berbagai kelompok keagamaan yang aktif di Desa. Selain itu, para penyuluh juga melakukan pemetaan terhadap permasalahan keagamaan, tantangan dakwah, serta kebutuhan pembinaan umat yang berkembang di tengah masyarakat.
Kegiatan pendataan dilakukan secara langsung dengan turun ke lapangan, berkoordinasi dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan pengurus lembaga keagamaan setempat. Melalui pendekatan ini, penyuluh diharapkan memperoleh data yang faktual dan komprehensif sehingga dapat menjadi pijakan dalam merancang metode dakwah yang sesuai dengan karakter dan kultur masyarakat Pandanarum.
Salah satu Penyuluh Agama Islam Pandanarum yaitu Turno, menegaskan bahwa pendataan potensi wilayah merupakan bagian penting dari tugas penyuluh dalam menjalankan fungsi pembinaan umat.
“Pendataan ini sangat penting agar kami tidak bekerja berdasarkan asumsi, tetapi berdasarkan data yang nyata. Dengan mengetahui potensi dan permasalahan di masing-masing desa binaan, kami bisa menyusun program dakwah dan penyuluhan yang lebih tepat sasaran dan berkesinambungan di tahun 2026,” jelasnya.
Sementara itu, Misrod, selaku Kepala Desa Pandanarum, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan pendataan yang dilakukan oleh para Penyuluh Agama Islam. Menurutnya, keberadaan penyuluh agama memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat yang harmonis dan moderat.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan pendataan potensi wilayah ini. Dengan adanya pemetaan yang jelas, kami berharap pembinaan keagamaan di desa dapat berjalan lebih terarah dan selaras dengan program pemerintah desa. Sinergi antara penyuluh agama dan pemerintah desa sangat dibutuhkan demi terciptanya masyarakat yang religius dan rukun.” ungkapnya.Melalui kegiatan pendataan potensi wilayah dakwah ini, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum berharap dapat menyusun peta dakwah yang komprehensif dan adaptif terhadap dinamika masyarakat. (ev/ azd)
