Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti aula SMP Negeri 1 Pagentan pada Jumat pagi (23/01/2026). Ratusan siswa bersama jajaran guru berkumpul untuk memperingati peristiwa besar Isra Mikraj Nabi Muhammad saw. Acara ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan, Alfiana Nurhidayah, sebagai pembicara utama.
Peringatan yang mengusung tema “Transformasi Spiritual Generasi Z: Meneladani Kedisiplinan Shalat dalam Era Digital” ini bertujuan untuk memperkuat karakter religius siswa di tengah gempuran teknologi.
Dalam paparannya, Alfiana Nurhidayah menjelaskan bahwa Isra Mikraj bukan sekedar perjalanan sejarah yang ajaib, melainkan simbol perintah kedisiplinan tertinggi bagi umat Islam, yaitu shalat lima waktu. Beliau menekankan bahwa di usia remaja, siswa seringkali mengalami krisis identitas dan fokus.
“Peristiwa Isra Mikraj adalah momentum bagi adik-adik di SMPN 1 Pagentan untuk melakukan ‘Mikraj’ secara maknawi. Jika Nabi Muhammad naik ke Sidratul Muntaha untuk menjemput perintah shalat, maka kalian harus naik level dalam hal akhlak dan prestasi. Jadikan shalat sebagai ‘charger’ energi saat kalian mulai lelah dengan tugas sekolah atau pengaruh negatif media sosial,” ujar Alfiana Nurhidayah di hadapan para siswa.
Beliau juga menambahkan bahwa shalat melatih seseorang untuk menghargai waktu. Seseorang yang disiplin menjaga waktu shalatnya, secara otomatis akan memiliki manajemen waktu yang baik dalam belajar.
Hadir dalam acara tersebut, Kepala SMP Negeri 1 Pagentan, Ervian Fauzi, memberikan apresiasi yang tinggi atas sinergi antara KUA Pagentan dengan institusi pendidikan. Menurutnya, bimbingan agama dari penyuluh profesional sangat dibutuhkan untuk memberikan sudut pandang baru bagi para siswa.
“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Alfiana dan KUA Pagentan. Kehadiran sosok penyuluh di sekolah kami memberikan warna baru dalam pembinaan karakter. Saya berharap, melalui peringatan Isra Mikraj ini, anak-anak tidak hanya mengejar nilai akademik yang tinggi, tetapi juga memiliki kerohanian yang kuat sebagai jangkar hidup mereka,” tutur Bapak Ervian Fauzi dalam sambutannya.
Acara berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab. Beberapa siswa tampak antusias menanyakan bagaimana cara menjaga kekhusyukan shalat di tengah kesibukan harian. Alfiana menjawab dengan pendekatan yang ringan dan mudah diterima oleh remaja, yakni dengan mengaitkan ketenangan hati dengan stabilitas emosi.
Peringatan Isra Mikraj ini diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan keluarga besar SMPN 1 Pagentan dan masyarakat Pagentan pada umumnya. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin guna membentengi moral generasi muda dari berbagai tantangan zaman.
(an/azd)
