Pererat Ukhuwah Lewat Adab Bertamu, Sudarno Sapa Majelis Taklim Nurul Hidayah Pingit Lor

Banjarnegara (Humas) – Sudarno selaku Penyuluh Agama Islam Pandanarum kembali melaksanakan bimbingan dan penyuluhan keagamaan dengan menyapa jamaah Majelis Taklim Nurul Hidayah yang berada di Dusun Karanganyar Pingit Lor. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu rumah jamaah dan diikuti oleh 42 anggota Majelis Taklim yang hadir dengan penuh semangat dan kekhusyukan. (23/1/2026)

Pada kesempatan tersebut, Sudarno menyampaikan materi tentang adab bertamu dalam Islam sebagai bagian dari pembentukan akhlak sosial umat. Ia menekankan bahwa bertamu bukan hanya kegiatan silaturahmi biasa, namun memiliki tuntunan yang jelas dalam ajaran Islam agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan maupun kesalahpahaman antar sesama.

“Bertamu itu ada adabnya. Mulai dari meminta izin, menjaga sikap dan ucapan, hingga tidak berlama-lama agar tidak memberatkan tuan rumah. Hal-hal kecil seperti ini jika dijaga akan membawa keberkahan dalam hubungan sosial kita,” tutur Sudarno dalam penyampaiannya.

Lebih lanjut, Sudarno mengaitkan materi adab bertamu dengan kondisi kehidupan bermasyarakat saat ini. Ia mengajak jamaah untuk menjadikan majelis taklim sebagai pusat pembinaan akhlak sekaligus penguat nilai-nilai kebersamaan. Menurutnya, majelis taklim memiliki peran strategis dalam menumbuhkan sikap saling peduli, empati, dan gotong royong di lingkungan sekitar.

“Majelis taklim jangan hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan. Solidaritas antar anggota itu penting, apalagi dalam kehidupan bermasyarakat yang penuh tantangan seperti sekarang,” imbuhnya.

Antusiasme jamaah terlihat dari keaktifan mereka dalam menyimak materi dan berdiskusi selama kegiatan berlangsung. Suasana penyuluhan terasa hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan kuatnya ikatan ukhuwah di antara anggota Majelis Taklim Nurul Hidayah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para jamaah tidak hanya memahami teori keislaman, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai adab dan solidaritas dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan masyarakat yang rukun, harmonis, dan berlandaskan akhlakul karimah. 

(ev/azd)