Banjarnegara – Kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang diselenggarakan Kwartir Cabang (Kwarcab) Banjarnegara di Kwartir Ranting Banjarnegara berjalan lancar selama 5 hari, mulai 24 dan 29 Januari – 1 Februari 2026. Kegiatan yang diikuti 44 peserta dari berbagai satuan pendidikan, termasuk dua guru MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) yaitu Tismiatin dan Rio Fauzan Ikhlas Purnomo. Kegiatan berlangsung di area MTs Negeri 2 Banjarnegara.
Rangkaian kegiatan KMD dimulai pada Sabtu, (24/1/2026) atau hari pertama yaitu orientasi peserta dengan pembekalan yang akan disiapkan peserta serta pembagian kelompok melalui permainan. Ketua Pusdiklatcab, Kak Sugeng Wiyono menyampaikan pentingnya orientasi bagi peserta KMD.
“Kami mengajak peserta untuk fokus dengan orientasi ini karena akan menentukan kesiapan peserta untuk 4 hari berikutnya dengan penilaian yang harus peserta penuhi serta kelengkapannya”, jelasnya.
Lanjut, memasuki hari kedua, materi perdana jam kepemimpinan yang disampaikan oleh Kak Aris Sudaryanto tentang fungsi Kwarcab, kebijakan pimpinan Kwarcab dalam mendukung pembina digugus depan. Dihari kedua ini peserta akan diberikan materi oleh para pelatih tentang kepramukaan mulai dari nilai dasar, prinsip kepramukaan, postur pembina yaitu pentingnya peran pembina di setiap golongan (siaga, penggalang, dan penegak), pandangan tokoh tentang pramuka, lanjut diskusi antar kelompok. Diujung pertemuan hari kedua ini, peserta dikenalkan para pelatih KMD yaitu Kak Sugeng Wiyono, Kak Riva, Kak Wiwik Sugiastuti, Kak Purwono, Kak Eko, dan Kak Priyono.
Lanjut hari ketiga KMD, dimulai dengan kuliah subuh, senam bersama, pelatihan baris berbaris, dan semaphore. Untuk PBB rutin dilaksanakan setiap pagi. Lanjut, materi yang dibahas ragam keterampilan dimana peserta dilatih praktik membuat ragam tali temali beserta fungsinya, lalu setiap peserta hanya diajarkan 1 jenis tali untuk disampaikan ke peserta lain sesuai ragam tali yang diajarkan pelatih, kemudian dilombakan membuat ragam tali dan pilihan tali yang benar. Setelah itu, peserta akan diajak diskusi tentang metode membina masing-masing golongan. Sementara itu, Kak Sugeng memberikan wawasan tentang pertemuan besar masing-masing golongan yang perlu diketahui peserta. Masuk malam hari, peserta diajak untuk diskusi kelompok membuat administrasi gugus depan beserta struktur organisasinya.
Hari keempat, peserta dibina ragam upacara mulai siaga, penggalang, dan penegak serta dilatih menjadi petugas upacara. Dihari keempat inilah puncak kegiatan yaitu merancang cara membina dan api unggun dimalam hari dengan dimeriahkan upacara api unggun, lomba yel yel, dan pentas seni antar kelompok. Tampak peserta sangat antusias mengikuti kegiatan api unggun ini dengan menampilkan yel yel dan penampilan terbaiknya dari kelompok masing-masing.
Hari kelima sekaligus akhir KMD berfokus pada praktik cara membina setiap golongan. Untuk MI/SD berfokus pada membina siaga dengan dibekali buku SKU, SKK, dan SPG siaga. Sebelum praktik, peserta diminta membuat rancangan membina untuk diterapkan dipraktiknya sesuai buku SKU. Hal ini merupakan fokus utama KMD yaitu melatih peserta cara membina peserta didik di masing-masing pangkalan. Pada materi ini peserta akan berperan seolah seperti peserta didik dan pembina. Kak Sugeng menyampaikan KMD ini sebagai wadah calon pembina menambah wawasan kepramukaan dan menerapkan rencana membina yang akan diterapkan di pangkalannya masing-masing.
“KMD ini sebagai wadah calon pembina menambah wawasan kepramukaan dan menerapkan rencana membina yang nantinya diterapkan dipangkalannya,” jelasnya.
Kepala Madrasah, Wahyul Khomisah menyambut baik keikutsertaan guru MIMAU dalam KMD ini, diharapkan akan menjadi pembina pramuka yang berkompeten dan profesional.
“Kami sangat mengapresiasi guru MIMAU ikut KMD yang nantinya bisa menjadi pembina pramuka yang berkompeten dan profesional untuk anak-anak di Madrasah,” sambutnya.
Tismiatin, peserta KMD dari MIMAU menyampaikan pentingnya mengikuti KMD karena ilmu yang didapat sangat bermanfaat untuk kemajuan pramuka di Madrasah.
“Saya senang ikut KMD selama 5 hari ini karena ilmunya sangat bermanfaat untuk kemajuan pramuka di Madrasah kami,” ujarnya.
Kegiatan KMD ditutup dengan apel penutupan yang dihadiri Wakil Binawasa Kwarcab Banjarnegara, pelatih, panitia, dan peserta KMD. (RF).







